Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang menyebutkan ketersediaan pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Karawang dan Jawa Barat (Jabar) aman memasuki musim tanam ketiga yang berlangsung pada Agustus-September 2026.
"Sebagai produsen pupuk di Indonesia, PT Pupuk Kujang terus berproduksi guna memenuhi ketersediaan pupuk," kata Officer Hubungan Eksernal, Departemen Komunikasi dan Administrasi Korporat PT Pupuk Kujang, Dondon Try Laksono, saat dihubungi di Karawang, Jabar, Jumat.
Ia menyampaikan, saat ini ketersediaan pupuk subsidi, baik pupuk urea, NPK, maupun pupuk organik, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam ketiga.
Berdasarkan data stok yang tersedia, untuk wilayah Karawang, saat ini persediaan pupuk urea mencapai 2.625,06 ton. Kemudian pupuk NPK sebanyak 2.000,49 ton dan pupuk organik sebanyak 204,37 ton. Dengan demikian, total stok pupuk urea, NPK dan organik mencapai sekitar 4.829,92 ton.
Baca juga: Menko Pangan: Distribusi pupuk subsidi capai 4,77 juta ton
Tidak hanya di Karawang, ketersediaan pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Jawa Barat juga cukup aman, totalnya mencapai sekitar 84.858,14 ton. Stok pupuk subsidi ini terdiri atas 53.596,09 ton pupuk urea, 29.888,09 ton pupuk NPK dan pupuk organik sebanyak 1.373,96 ton.
Menurut Dondon, ketersediaan stok pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk bagi petani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pupuk selama musim tanam.
Ia mengatakan, adanya stok yang memadai di tingkat wilayah diharapkan dapat mendukung distribusi pupuk secara tepat waktu, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
Sementara itu, sesuai dengan data Pupuk Indonesia, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Jawa Barat hingga akhir Juli 2026 telah mencapai 55 persen dari total alokasi 2026 sebanyak 1.070.997 ton.
Baca juga: Mentan: Pupuk subsidi terjaga membuat produksi beras RI terus naik
Vice President Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Cindy Sistyarani sebelumnya menyebutkan realisasi penyaluran pupuk hingga akhir Juli mencapai 589.991 ton atau 55 persen dari total alokasi.
Realisasi penyaluran pupuk subsidi itu terdiri atas 295.037 ton urea, 292.619 ton NPK Phonska, dan 331 ton pupuk ZA. Sedangkan untuk pupuk organik, realisasi penyalurannya telah mencapai 2.004 ton.
"Sebagai produsen pupuk di Indonesia, PT Pupuk Kujang terus berproduksi guna memenuhi ketersediaan pupuk," kata Officer Hubungan Eksernal, Departemen Komunikasi dan Administrasi Korporat PT Pupuk Kujang, Dondon Try Laksono, saat dihubungi di Karawang, Jabar, Jumat.
Ia menyampaikan, saat ini ketersediaan pupuk subsidi, baik pupuk urea, NPK, maupun pupuk organik, cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam ketiga.
Berdasarkan data stok yang tersedia, untuk wilayah Karawang, saat ini persediaan pupuk urea mencapai 2.625,06 ton. Kemudian pupuk NPK sebanyak 2.000,49 ton dan pupuk organik sebanyak 204,37 ton. Dengan demikian, total stok pupuk urea, NPK dan organik mencapai sekitar 4.829,92 ton.
Baca juga: Menko Pangan: Distribusi pupuk subsidi capai 4,77 juta ton
Tidak hanya di Karawang, ketersediaan pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Jawa Barat juga cukup aman, totalnya mencapai sekitar 84.858,14 ton. Stok pupuk subsidi ini terdiri atas 53.596,09 ton pupuk urea, 29.888,09 ton pupuk NPK dan pupuk organik sebanyak 1.373,96 ton.
Menurut Dondon, ketersediaan stok pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk bagi petani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pupuk selama musim tanam.
Ia mengatakan, adanya stok yang memadai di tingkat wilayah diharapkan dapat mendukung distribusi pupuk secara tepat waktu, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
Sementara itu, sesuai dengan data Pupuk Indonesia, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Jawa Barat hingga akhir Juli 2026 telah mencapai 55 persen dari total alokasi 2026 sebanyak 1.070.997 ton.
Baca juga: Mentan: Pupuk subsidi terjaga membuat produksi beras RI terus naik
Vice President Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Cindy Sistyarani sebelumnya menyebutkan realisasi penyaluran pupuk hingga akhir Juli mencapai 589.991 ton atau 55 persen dari total alokasi.
Realisasi penyaluran pupuk subsidi itu terdiri atas 295.037 ton urea, 292.619 ton NPK Phonska, dan 331 ton pupuk ZA. Sedangkan untuk pupuk organik, realisasi penyalurannya telah mencapai 2.004 ton.





