HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Musibah kebakaran kembali menggegerkan warga Kota Makassar. Sebanyak empat unit rumah semi permanen di Jalan Paccerakkang Raya No. 136, RT 008/RW 006, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah, Kamis malam (20/8/2026).
Insiden maut yang terjadi sekitar pukul 21.56 WITA tersebut menelan satu korban jiwa. Korban diketahui bernama Muh. Yusran (50), seorang penyandang disabilitas yang terjebak di dalam rumah saat kobaran api membumbung tinggi.
Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, api pertama kali muncul dari salah satu rumah warga yang diduga kuat akibat korsleting listrik. Material bangunan yang didominasi kayu dan bahan mudah terbakar membuat api menyebar dengan sangat cepat ke bangunan di sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengonfirmasi bahwa dampak kebakaran menghancurkan tempat tinggal milik 4 Kepala Keluarga (KK) dengan total 12 jiwa yang kehilangan tempat bernaung.
“Kebakaran tersebut berdampak pada empat kepala keluarga dengan total 12 jiwa. Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Bapak Muh. Yusran (50), penyandang disabilitas yang berada di salah satu rumah yang terbakar,” ujar Fadli Tahar.
Jenazah korban meninggal dunia langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk penanganan medis dan pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Selain menelan korban jiwa, musibah ini juga menyebabkan satu warga lainnya harus mendapatkan perawatan intensif. Asrianti (41) dilarikan ke RS Tajuddin Chalid akibat mengalami sesak napas berat usai menghirup asap pekat di lokasi kejadian.
Untuk memadamkan amukan si jago merah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menerjunkan sedikitnya 13 armada pemadam. Tim gabungan dari Pos Unit Tamalanrea (Regu 1) dan Posko PB (Regu 2) bergerak cepat mengepung titik api.
Aksi pemadaman juga dibantu penuh oleh personel Polri, BPBD, jajaran pemerintah Kecamatan Biringkanaya, serta pengurus RT/RW dan warga setempat. Akses jalan menuju lokasi dilaporkan tetap lancar sehingga memudahkan mobilitas armada damkar.
Saat ini, para korban selamat yang kehilangan tempat tinggal sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan darurat. BPBD Makassar telah mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera disalurkan.
“Kebutuhan mendesak warga terdampak antara lain terpal, tenda darurat, family kit, baby kit, pakaian pantas pakai, selimut, sarung, serta peralatan pertolongan pertama (first aid kit),” jelas Fadli.





