EtIndonesia.com — Manggarai Timur. Memasuki hari ketujuh penanganan bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) lalu, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus mengintensifkan upaya tanggap darurat, termasuk pelaksanaan evakuasi medis udara bagi korban yang membutuhkan penanganan segera.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung pelaksanaan evakuasi medis menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ menuju wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Helikopter Basarnas berhasil mendarat di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, untuk mengevakuasi dua warga yang mengalami kondisi kritis akibat cedera berat pasca gempa.
Evakuasi korban melalui udara (tangkapan layar)Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan di lokasi, seorang korban laki-laki berusia 81 tahun mengalami dugaan cedera tulang belakang, sementara seorang korban perempuan berusia 71 tahun mengalami dugaan patah tulang dasar tengkorak.
Kedua korban kemudian diterbangkan menuju Bandara Komodo dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, guna mendapatkan penanganan medis intensif.
Selain melaksanakan evakuasi medis, Helikopter Basarnas juga mendistribusikan Bantuan Kepresidenan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.
Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR akan terus melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal. (***)





