Jakarta: Basarnas melanjutkan evakuasi medis terhadap dua korban gempa yang mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan medis di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter.
"Mereka dua lansia yang mengalami cedera berat berdasarkan pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan yang bertugas di lokasi," kata Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Edy Prakoso dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca Juga :
Detik-detik Wamendikdasmen Rasakan Gempa Susulan dalam Jumpa Pers Bencana NTTBasarnas mengonfirmasi korban pertama merupakan seorang laki-laki berusia 81 tahun yang diduga mengalami cedera tulang belakang. Sedangkan, korban kedua adalah perempuan berusia 71 tahun dengan dugaan patah tulang dasar tengkorak.
Adapun, kedua korban tersebut sebelumnya dievakuasi dari pengungsian ke posko terpadu terdekat dari wilayah desa mereka oleh personel dari Kantor SAR Maumere dan unsur SAR lainnya pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
Namun, karena kendala teknis di lapangan dan mempertimbangkan keselamatan bersama, proses evakuasi kedua korban dari Lamba Leda ke Labuan Bajo yang hanya memungkinkan menggunakan helikopter baru bisa dilanjutkan hari ini. Kini, kedua penyintas tersebut akan diterbangkan menuju Bandara Komodo dan langsung dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Selain itu, Edy memastikan seluruh personel Basarnas masih bersiaga di NTT untuk memberikan pertolongan yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk pendistribusian bantuan berupa logistik kebutuhan pokok maupun perlengkapan pengungsian ke daerah-daerah terdampak.
"Kami siap melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara, guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal," kata Edy.




