Pantau - Iga Swiatek memastikan tiket semifinal Cincinnati Open 2026 setelah Elena Rybakina mundur akibat cedera pergelangan kaki kiri saat pertandingan perempat final berlangsung, Jumat (21/8/2026) WIB.
Swiatek tengah memimpin 4-1 ketika Rybakina mulai mengalami masalah pada pergelangan kaki kirinya setelah gagal menyelesaikan reli di depan net.
"Saya merasa sedikit takut karena saya tidak tahu apakah pernah melihat pemain mengalami cedera seperti itu," kata Swiatek dikutip dari WTA.
Masalah tersebut terlihat ketika Swiatek mengarahkan pukulan passing ke kaki Rybakina dan petenis Kazakhstan itu gagal mengembalikan bola sebelum memegang kedua lututnya.
Rybakina kemudian kesulitan melakukan tolakan ketika melakukan servis dan mendapatkan pemeriksaan medis di tengah gim sebelum akhirnya memutuskan mundur.
Swiatek mengaku sempat tidak mengetahui apakah Rybakina akan melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan.
"Saya tidak yakin karena dia jelas terlihat tidak baik-baik saja. Tetapi kemudian dia meminta perawatan, jadi saya tidak tahu apakah dia akan kembali atau tidak," ujar Swiatek.
Swiatek berusaha mempertahankan konsentrasi selama jeda pemeriksaan medis karena situasi tersebut berpotensi mengganggu momentum pertandingan.
"Saya berusaha tetap fokus dan siap karena jeda seperti itu bisa benar-benar mengganggu ritme dan momentum. Tetapi kemudian saya merasa sangat sedih untuknya," kata juara Toronto tersebut.
Rybakina mengungkapkan masalah cedera itu sebenarnya telah dirasakannya cukup lama, tetapi sebelumnya masih dapat dikendalikan.
"Pertandingan melawan Magdalena Frech di babak ketiga, dengan pertandingan yang sempat terhenti karena hujan, membuat saya mulai lebih merasakannya. Setelah itu saya benar-benar mengambil satu hari untuk beristirahat," kata Rybakina.
Kondisi Rybakina sempat membaik menjelang pertandingan melawan Swiatek sebelum satu gerakan dan pendaratan yang keliru kembali memicu masalah.
"Saya berharap bisa mengetahui lebih banyak mengenai masalah ini dalam beberapa hari ke depan," ujar Rybakina yang mengaku kesulitan berjalan setelah pertandingan.
Mundurnya Rybakina sekaligus mengakhiri peluangnya merebut posisi nomor satu dunia dari Aryna Sabalenka karena ia harus mencapai final Cincinnati untuk menggusur petenis Belarus tersebut.
Swiatek selanjutnya akan menghadapi petenis Amerika Serikat Jessica Pegula pada babak semifinal dengan keunggulan 7-5 dalam rekor pertemuan kedua pemain.
Pegula memiliki catatan kuat dengan memenangi empat pertemuannya melawan Swiatek di lapangan keras.
"Jessie terlihat berbeda dari saya ketika bermain, tetapi dia memiliki feeling yang hebat dan kemampuan luar biasa untuk memprediksi ke mana lawan akan mengarahkan bola," kata Swiatek.
"Bolanya datang dengan sangat keras dari raketnya dan sulit ditebak. Ini pasti akan menjadi tantangan," lanjutnya.
Swiatek juga mewaspadai motivasi Pegula yang akan tampil sebagai petenis tuan rumah di Cincinnati.
"Petenis Amerika juga biasanya lebih bersemangat bermain di turnamen Amerika, jadi saya akan siap menghadapi versi terbaiknya. Kami sudah memainkan banyak pertandingan ketat dan dia juga pasti senang bermain di sini. Saya akan siap," ujar Swiatek.
Swiatek kini memburu gelar Cincinnati secara beruntun dan berpeluang menjadi petenis putri kedua sejak 2004 yang mampu mempertahankan gelar tersebut setelah Serena Williams melakukannya pada 2014 dan 2015.




