Siswa Tewas Akibat Jalan Licin, Pemprov Jakarta Didesak Benahi Fungsi Jalan

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Hammamshidqi Hammammuthi (17), siswa SMA, tewas terlindas truk pengangkut sampah setelah sepeda motornya terjatuh saat melintasi jalan yang licin di depan Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Orangtua korban mendesak pemerintah serius menata penggunaan jalan di kawasan tersebut agar tak ada lagi korban.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Senin (17/8/2026) pukul 06.00 WIB di Jalan Raya Bogor arah selatan, persisnya depan Rumah Makan Kuring, Pasar Induk Kramatjati. Hammamshidqi terjatuh ke kanan karena jalan licin dan terlindas truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

Eri Yusnovi (49), ayah Hammamshidqi didampingi tim kuasa hukum kemudian mendatangi Balai Kota Jakarta pada Jumat (21/8/2026) pukul 09.30 WIB. Mereka membawa surat untuk Gubernur Jakarta Pramono Anung agar serius membenahi kawasan tersebut sesuai fungsinya.

"Kalau saya lihat dari hari pertama kejadian sampai sekarang belum ada tindakan yang tegas di lapangan. Jalan masih licin, ada yang jatuh walaupun nggak sampai seperti anak saya," tutur Eri setelah menyerahkan surat kepada perwakilan Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Eri adalah orangtua tunggal setelah istrinya berpulang 7 bulan lalu. Semenjak itu, Hammamshidqi, sebagai anak pertama, yang mengurus dua adiknya.

Lokasi kecelakaan anaknya merupakan pasar tumpah yang didominasi penjual ikan dan hasil laut lainnya. Ceceran limbah ikan dan hasil laut serta air membuat jalanan licin.

Menurut Eri, sudah ada komunikasi antara keluarga dengan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, pihak kelurahan, dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. Namun, musibah ini bukan semata belasungkawa dan tanggung jawab sosial.

"Yang dilakukan oleh Satpol PP hanya mundurin lapak pedagang dan arahan jangan buang limbah di jalan. Bagi saya intinya bukan di situ. Kondisi jalan yang licin. Seharusnya bisa lebih tegas, area jalan bukan untuk dagangan," kata Eri.

Eri mengatakan, memilih tidak melanjutkan proses hukum terhadap sopir truk pengangkut sampah. Kesepakatan itu sudah dilakukan di Polres Metro Jakarta Timur.

Oleh sebab itu, Eri sangat mengharapkan Pemprov Jakarta serius membereskan persoalan ini. Penataan fungsi kawasan tersebut jangan ditunda-tunda sampai terjadi peristiwa pilu berikutnya.

"Harus segera gitu, masa harus ada korban lagi?," ujar Eri.

Baca JugaSiswa SMK Jakarta Tewas karena Jalan Rusak, Penambalan Jalan Berlubang Dikebut
Baca JugaSiswi SMAN 6 Jakarta Tewas akibat Kabel Menjuntai, Penataan Jaringan Disorot
Santunan

Odie Hudiyanto, kuasa hukum keluarga Hammamshidqi selepas penyerahan surat itu menyampaikan bahwa mereka belum melihat sesuatu yang konkret dari Pemprov Jakarta. Sebab, baru sekadar datang dan memberikan dukungan moril, serta penataan terbatas di lokasi kecelakaan.

"Kami meminta tanggung jawab atas kematian warga karena pembiaran terhadap fungsi jalan. Ini kejadian yang ada penyebabnya, bukan kecelakaan murni," kata Odie.

Menurut Odie, keluarga tidak punya niatan meminta sejumlah uang karena sudah ada santunan melalui Jasa Raharja dan kemungkinan dari Baznas. Akan tetapi, alangkah baiknya ada tanggung jawab konkret kepada korban dari Pemprov Jakarta.

"Kami hanya minta tanggung jawab negara. Jadi kalau ditanya bentuknya, tentu saja materi dan immateri. Silakan Pemprov Jakarta memahami seberapa yang pantas untuk korban karena nyawa tentu saja nggak akan ada nilainya," tutur Odie.

Tindak lanjut

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam rapat koordinasi relokasi pasar ikan di depan Pasar Kramat Jati menyampaikan, jalan licin akibat ceceran limbah air dari aktivitas penjualan bahan basah, seperti ikan dan kerang.

Setelah kecelakaan yang menewaskan Hammamshidqi, dia mengatakan, telah dilakukan pengawasan di sepanjang Jalan Kramat Jati oleh dinas perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, suku dinas lingkungan hidup, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kecamatan dan Kelurahan Kramat Jati.

“Penjagaan sementara tetap harus dijalankan lewat perangkat daerah yang ada,” kata Munjirin.

Munjirin berkomitmen menata kawasan tersebut. Saat ini, pihaknya sedang memetakan sambil mempersiapkan opsi agar pedagang tetap beraktivitas sesuai peraturan yang berlaku.

Pembahasan relokasi dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk RT/RW, dan Perumda Pasar Jaya sebagai pengelola Pasar Kramat Jati, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Timur, dan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.

Gubernur Jakarta Pramono Anung sebelumnya telah menerima laporan kecelakaan itu. Ia sangat prihatin dan meminta jajarannya segera berbenah agar kejadian serupa tak terulanng.

Menurut Pramono, Wali Kota Jakarta Timur harus segera menata agar aktivitas pedagang ikan tidak mengganggu pengguna jalan. Sementara itu, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Jakarta menjaga ketertiban dan keselamatan di lokasi tersebut.

"Yang paling penting, jalan harus aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, dan potensi penyebab kecelakaan harus dicegah sejak awal," ujar Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deddy Corbuzier Larang Nada Tarina Pacaran Meski Sudah 17 Tahun, Alasannya Bikin Kaget!
• 10 jam lalugrid.id
thumb
3 Cara Membuat Air Beras untuk Perawatan Rambut di Rumah
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pelindo dan Pelni Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
BNN Sebut Seluruh Penyelundup 2,6 Ton Sabu Cair Berstatus WNA
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ciri Kepribadian Berdasarkan Gaya Hijab Favorit
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.