Bank BUMN Diam-Diam Diserbu Asing, Net Buy Tembus Rp362 Milar

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat (21/8/2026), melanjutkan reli setelah sehari sebelumnya indeks menembus kembali level psikologis 6.500.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir sesi pertama pukul 11.30 WIB, IHSG berada di level 6.535,57, menguat 34 poin atau 0,52% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.501,59. IHSG dibuka di level 6.524,07 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.544 pada awal perdagangan.


Baca: IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535

Penguatan indeks berlangsung cukup solid dengan mayoritas saham berada di zona hijau: 320 saham menguat, 268 saham melemah, dan 196 saham stagnan. Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp8,96 triliun dengan volume perdagangan 26,65 miliar saham dalam 1,35 juta kali transaksi. Sektor utilitas, finansial, dan konsumer primer mencatat penguatan terbesar, dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi penopang utama IHSG - melesat 2,55% ke Rp3.220 per saham - disusul BMRI dan BBNI.

Baca: IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535

Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp362,65 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,42 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,39 triliun dan foreign sell Rp2,03 triliun.

Perburuan asing terbesar tertuju pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai net buy mencapai Rp379,24 miliar - sejalan dengan saham BBRI yang menjadi penopang terbesar IHSG hari ini. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp99,35 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp94,31 miliar.

Selain itu, investor asing juga memborong PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp86,28 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp50,96 miliar - keduanya turut menjadi penopang indeks hari ini - serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp19,82 miliar.

Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dengan nilai mencapai Rp43,27 miliar. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp40,47 miliar, dan PT Indosat Tbk. (ISAT) Rp27,04 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp26,09 miliar, PT Coinbase Global Depositary Receipt (COIN) Rp19,21 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp17,88 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Jumat (21/8/2026).

Net Foreign Buy

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp379,24 miliar

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp99,35 miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp94,31 miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp86,28 miliar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp50,96 miliar

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp19,82 miliar

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp12,82 miliar

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp12,74 miliar

PT Oxala Energy International  Tbk. (PIPA) - Rp5,91 miliar

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp5,21 miliar

Net Foreign Sell

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp43,27 miliar

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp40,47 miliar

PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp27,04 miliar

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp26,09 miliar

PT Indokripto Koin Semesta (COIN) - Rp19,21 miliar

PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp17,88 miliar

PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp15,55 miliar

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp14,43 miliar

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp13,03 miliar

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) - Rp12,77 miliar


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Terjebak di Rp 18.000/USD, Rupiah Butuh Katalis Positif Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Sebut Penyidikan TPPU Febrie Tak Perlu Tunggu Korupsi Dibuktikan
• 15 jam laludetik.com
thumb
Daftar Jalan Bebas Ganjil Genap Jakarta di Libur Maulid Nabi 25 Agustus 2026
• 3 jam laludisway.id
thumb
MacBook Air Mulai Langka di Indonesia, Apakah Karena Masalah Memori di Baliknya?
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terungkap Alasan Tak Ada Peserta Sayembara Ijazah Gibran Meski Berhadiah Rp1 Miliar
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Intip Fasilitas RS Lapangan Ruteng, Tenda Faskes Darurat untuk Korban Gempa NTT
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.