HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Seminar Nasional “Coaching & Mentoring at Work: Developing Effective Practice” yang digelar di Aula Penerbit Erlangga, Makassar pada Jumat, 21 Agustus 2026, menegaskan pentingnya peran kepala sekolah SMP Negeri se-Kota Makassar sebagai pemimpin pembelajaran, bukan sekadar administrator. Kegiatan ini menekankan pengembangan potensi guru melalui praktik coaching dan mentoring yang efektif.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa materi coaching dan mentoring sangat relevan dengan tugas kepala sekolah, terutama dalam menjalankan fungsi supervisi dan kepemimpinan. Ia mendorong agar kepala sekolah tidak hanya mengandalkan pengawas dalam melakukan supervisi, tetapi juga aktif terlibat langsung dalam pendampingan dan pengembangan guru.
“Coaching dan mentoring ini adalah pilihan yang tepat untuk Bapak-Ibu kepala sekolah,” katanya saat memberikan sambutan. Lebih lanjut, Achi Soleman mengajak kepala sekolah untuk melakukan perubahan mindset, di mana mereka harus mampu menjadi coach bagi diri sendiri maupun orang-orang di lingkungan sekolah.
Suriani, S.S., M.Pd., D.A. CCHS dari BPSDM Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa coaching dan mentoring memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Coaching berfokus pada penggalian potensi dan solusi melalui pertanyaan yang mendalam, sedangkan mentoring lebih menekankan pada pemberian arahan, pengembangan karier, dan berbagi pengalaman.
“Sebenarnya coaching dan mentoring itu bukan sesuatu yang baru tapi masih banyak yang belum tahu dan yang saya ingin tanamkan itu sama kepala sekolah bagaimana mereka bisa menguasai yang namanya coaching, dan bagaimana menerapkan coaching dan mentoring di sekolahnya masing-masing,” jelas Suriani. Ia menegaskan kedua pendekatan ini penting untuk membantu guru meningkatkan kompetensi dan membangun kemandirian, sekaligus menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari PT Penerbit Erlangga Cabang Makassar sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan terhadap pengembangan pendidikan di Kota Makassar. Kepala PT Penerbit Erlangga Cabang Makassar, Eko Setia Budi, menegaskan komitmen tersebut.
“Kegiatan ini bagian dari CSR Erlangga untuk sekolah, karena Erlangga selalu akan memberikan kontribusi positif untuk pengembangan pendidikan di Kota Makassar,” pungkasnya.
Suriani berharap materi yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi segera diterapkan oleh para kepala sekolah setelah kembali ke sekolah masing-masing guna meningkatkan potensi guru secara nyata melalui coaching dan mentoring. (*)
Marimbi Putri, Magang FAJAR




