Kematian Widi Nurcahyono Jadi Sorotan, Mahasiswa Tuntut Propam Polda Jatim Transparan

beritajatim.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Polres Pasuruan. Aksi turun ke jalan tersebut dilakukan guna menuntut pertanggungjawaban pihak kepolisian atas meninggalnya Widi Nurcahyono, warga Kecamatan Beji, yang diduga menjadi korban kekerasan saat ditangkap terkait kasus judi online.

Dengan berdiri berjejer di depan gerbang utama Mapolres Pasuruan, massa aksi menyuarakan tuntutan agar tragedi ini diusut secara menyeluruh, jujur, dan terbuka. Para mahasiswa menegaskan tidak akan mundur sampai seluruh dugaan tindakan anarkis yang merenggut nyawa warga sipil tersebut diproses secara hukum.

“Kami meminta agar dugaan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Widi diusut secara menyeluruh dan transparan. Kami minta keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, seluruh proses harus transparan, serta para pelaku dihukum dengan hukuman setimpal,” kata Ketua BEM Universitas Yudharta Pasuruan, Zainur Rozikin, Kamis (20/8).

Tuntutan mendasar yang diusung oleh Aliansi BEM Pasuruan Raya adalah kepastian proses penanganan perkara dari institusi internal kepolisian. Mereka mendesak Propam Polda Jawa Timur untuk membeberkan hasil pemeriksaan secara berkala kepada publik terkait jajaran anggota yang terlibat sejak proses penangkapan hingga kematian korban.

Langkah ini dinilai amat penting guna menjaga kredibilitas hukum serta kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Kabupaten Pasuruan. Elemen mahasiswa terus memantau setiap perkembangan agar penanganan tidak terhenti di tengah jalan.

“Pertama, mahasiswa mendesak Propam Polda Jawa Timur membuka perkembangan penanganan perkara secara berkala dan transparan. Keterbukaan tersebut terutama menyangkut pemeriksaan terhadap seluruh anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam proses penangkapan hingga rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Widi,” ujar Koordinator BEM Pasuruan Raya, Muhamad Ubaidillah.

Selain transparansi pemeriksaan, aliansi pergerakan ini mendorong dilakukannya tindakan tegas berupa sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi oknum anggota yang terbukti melanggar hukum. Sanksi pemecatan dianggap layak dijatuhkan apabila alat bukti menunjukkan adanya pelanggaran berat serta kekerasan yang berakibat fatal.

Mahasiswa juga mewanti-wanti agar pengusutan kasus kematian Widi Nurcahyono ini tidak sebatas diselesaikan dalam ranah pemeriksaan etik dan disiplin internal Polri semata. Pihak pergerakan meminta dugaan tindak pidana segera dilimpahkan ke ranah peradilan umum setelah bukti-bukti dinyatakan cukup oleh penyidik.

“Kami menuntut agar terhadap setiap anggota Polri yang berdasarkan pemeriksaan terbukti melakukan, turut serta melakukan, membantu, membiarkan, atau terlibat dalam tindakan kekerasan melawan hukum yang mengakibatkan meninggalnya korban, dilakukan proses penegakan etik secara maksimal, termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat,” tegas Ubaid.

Aksi damai yang berlangsung di depan Mapolres Pasuruan tersebut berakhir dengan pengawalan dari aparat kepolisian setempat. Para mahasiswa berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga berkas perkara dilimpahkan ke penuntut umum dan diputus secara adil di pengadilan. (ada/kun)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KRL Bogor-Jakarta Kota Kembali Normal, Penumpang Masih Padat
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Sebut Akan Bertemu dengan Kim Jong-Un Akhir Tahun Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Negara Lain Siap Beri Bantuan Gempa NTT, Ini Kata Kemlu
• 4 jam laludetik.com
thumb
Kejagung: Trading in Influence Bukan Pidana yang Disangkakan ke Febrie
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 14 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.