Jakarta (ANTARA) - Basarnas memberangkatkan lima tenaga kesehatan ke wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Edy Prakoso dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pengerahan dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta mempercepat penanganan medis bagi masyarakat terdampak bencana.
"Pengerahan tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dasar secara cepat," kata dia.
Basarnas mengonfirmasi, pemberangkatan tenaga kesehatan tersebut menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ (HR-3604) milik Basarnas yang sore ini bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju helipad Ronting di Desa Satar Kampas.
Sebanyak lima tenaga kesehatan yang berasal dari Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar dan Pusat Krisis Kesehatan Makassar tersebut kemudian diterbangkan menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Kampung Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Adapun tim kesehatan yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, serta personel pendukung administrasi dan logistik guna memfasilitasi kebutuhan medis di lokasi darurat.
Selain dukungan evakuasi dan mobilisasi medis udara, Edy menyatakan bahwa personel Basarnas dari Kantor SAR Maumere bersama relawan SAR diarahkan untuk mengintensifkan pemantauan lapangan, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah daerah demi pembaruan data korban dan pemetaan kebutuhan warga.
Sinergi antarinstansi juga diperkuat untuk memastikan proses penanganan darurat serta penyaluran bantuan logistik, termasuk bantuan Presiden RI, dapat terdistribusi secara tepat sasaran.
"Hingga Jumat sore, personel Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur potensi SAR dilaporkan masih bersiaga penuh di lapangan dengan mengedepankan prinsip kecepatan, keselamatan, dan koordinasi terpadu pascagempa," cetusnya.
Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Edy Prakoso dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pengerahan dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta mempercepat penanganan medis bagi masyarakat terdampak bencana.
"Pengerahan tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dasar secara cepat," kata dia.
Basarnas mengonfirmasi, pemberangkatan tenaga kesehatan tersebut menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ (HR-3604) milik Basarnas yang sore ini bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju helipad Ronting di Desa Satar Kampas.
Sebanyak lima tenaga kesehatan yang berasal dari Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar dan Pusat Krisis Kesehatan Makassar tersebut kemudian diterbangkan menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Kampung Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Adapun tim kesehatan yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, serta personel pendukung administrasi dan logistik guna memfasilitasi kebutuhan medis di lokasi darurat.
Selain dukungan evakuasi dan mobilisasi medis udara, Edy menyatakan bahwa personel Basarnas dari Kantor SAR Maumere bersama relawan SAR diarahkan untuk mengintensifkan pemantauan lapangan, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah daerah demi pembaruan data korban dan pemetaan kebutuhan warga.
Sinergi antarinstansi juga diperkuat untuk memastikan proses penanganan darurat serta penyaluran bantuan logistik, termasuk bantuan Presiden RI, dapat terdistribusi secara tepat sasaran.
"Hingga Jumat sore, personel Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur potensi SAR dilaporkan masih bersiaga penuh di lapangan dengan mengedepankan prinsip kecepatan, keselamatan, dan koordinasi terpadu pascagempa," cetusnya.





