Pameran Maestro Film Indonesia 2026 Asrul Sani Digelar, Mutiara Sani Minta Generasi Muda Dalami Gagasannya

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID — Mutiara Sani berharap "Pameran Maestro Film Indonesia 2026, ASRUL SANI" yang mengenang Asrul Sani tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali membaca dan memahami karya serta pemikiran Asrul Sani.

Hal itu disampaikan Mutiara Sani dalam pidatonya pada acara pameran yang digelar untuk mengenang Asrul Sani, salah satu tokoh penting dalam sejarah sastra, teater, dan perfilman Indonesia.

Mutiara mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan Asrul Sani dan kontribusinya terhadap kebudayaan Indonesia.

“Ini adalah sebuah momentum yang sangat penting bagi kita untuk mengenang almarhum, merefleksikan, merayakan jejak panjang seorang tokoh besar kebudayaan Indonesia, sekaligus merayakan karya-karya beliau yang memiliki dampak panjang bagi perjalanan kebudayaan Indonesia pada umumnya, dan film pada khususnya,” kata Mutiara Sani di Taman Ismail Marzuki pada Jumat (21/8/2026).

Menurut Mutiara, Asrul Sani merupakan tokoh yang memiliki peran di sejumlah bidang seni. Ia tidak hanya dikenal sebagai sineas, tetapi juga sebagai sastrawan dan pekerja teater.

“Semasa hidupnya, Asrul Sani merupakan figur penting dalam sejarah sastra, teater, dan perfilman Indonesia,” ujarnya.

Mutiara menilai salah satu hal penting dari perjalanan Asrul Sani adalah pandangannya terhadap seni. Menurut dia, Asrul tidak melihat seni hanya sebagai sarana untuk menyampaikan ekspresi pribadi.

“Beliau selalu menunjukkan bahwa seni itu bukan hanya sekadar sarana ekspresi, melainkan sebuah tanggung jawab moral,” kata Mutiara.

Pandangan tersebut, lanjutnya, terlihat dalam berbagai karya Asrul Sani. Karya-karya dibuat oleh Asrul Sani mencakup puisi hingga film.

“Melalui puisi, cerpen, drama, hingga film-filmnya, beliau selalu menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan menghadirkan refleksi kehidupan yang sangat mendalam,” ujarnya.

 

Mutiara menilai gagasan Asrul Sani masih relevan untuk dibicarakan saat ini. Karena itu, ia meminta pameran tersebut tidak hanya dipahami sebagai kegiatan untuk mengenang seorang tokoh yang telah meninggal.

“Pemikiran beliau benar-benar melampaui zamannya dan terbukti tetap relevan hingga hari ini, bahkan untuk masa depan,” kata Mutiara.

Ia kemudian menyampaikan pesan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek penghormatan.

“Karena itulah, pameran ini jangan sampai hanya berhenti sebagai peringatan atau penghormatan saat, atau sekadar ajang mengenang belaka,” ujarnya.

Menurut Mutiara, karya Asrul Sani perlu kembali dibaca dan dikaji. Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat kembali gagasan yang disampaikan Asrul melalui karya-karyanya.

“Momentum ini adalah ajakan bagi kita semua untuk kembali membaca, memahami, dan menghidupkan semangat yang selalu beliau junjung tinggi: semangat berpikir kritis, keberanian dalam berkarya, serta komitmen yang teguh pada kemanusiaan dan kebangsaan,” katanya.

Mutiara secara khusus berharap generasi muda tidak hanya mengenal Asrul Sani dari nama dan statusnya sebagai tokoh sejarah.

“Melalui pameran ini, saya sangat berharap generasi masa kini tidak hanya mengenal nama Asrul Sani sebagai tokoh sejarah, tetapi juga mampu menyelami gagasan-gagasannya,” ujar Mutiara.

Ia menilai karya-karya Asrul Sani memiliki sejumlah persoalan yang masih dapat dipelajari hingga sekarang.

“Sebab di dalam karya-karya itulah tersimpan cermin kehidupan tentang cinta, perjuangan, kejujuran, dan tanggung jawab kita sebagai manusia,” katanya.

Sementara itu, Pameran Maestro Film Indonesia 2025 Asrul Sani "Berkelana ke masa lampau, terdampar ke masa kini!" akan digelar di Taman Ismail Marzuki pada 21-30 Agustus 2026. Tak hanya pemutaran film, acara ini juga akan memperlihatkan pertunjukan dramatic reading, pameran arsip, hingga diskusi film. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IAP: Jakarta Jadi Primate City, CBD di Kawasan Penyangga Juga Perlu Punya CBD
• 52 menit laluidxchannel.com
thumb
Manfaat Rutin Konsumsi Teh Serai bagi Tubuh
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Terungkap, Nilai Investasi yang Bikin Ruben Onsu Tersangka
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Israel Enggan Pidanakan Kasus Pembunuhan Aktivis WCK di Gaza, Australia Murka
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
15 Rumah Warga Terdampak Kebakaran di Paseban Jakpus
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.