KAI Masih Kaji Pembangunan Jalur Kereta di Kalimantan dan Bali

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan pembangunan jalur kereta Trans-Kalimantan dan Bali masih dalam studi. Menurutnya, pembangunan jalur kereta baru membutuhkan pertimbangan dari berbagai aspek, salah satunya pembebasan lahan.

"Trans-Kalimantan kita sedang selesaikan studinya juga. Nanti kita lihat, yang namanya pembangunan jalur kereta baru ini banyak faktor-faktornya, terutama juga faktor pembebasan lahannya," kata Bobby dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

Menurut Bobby, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada KAI untuk menyiapkan pengembangan jaringan kereta api di tiga wilayah, yakni Sumatera, Kalimantan, dan Bali.

Untuk wilayah Sumatera, kata Bobby, KAI tengah mengerjakan detail engineering design (DED). Sementara studi Trans-Kalimantan masih berlangsung. Adapun pengembangan jaringan kereta api di Bali juga masuk dalam arahan Presiden.

"Nanti surprise mana yang akan kita selesaikan yang paling duluan," ujar Bobby.

Sebelumnya, Presiden Prabowo secara khusus meminta KAI dan Kementerian Perhubungan menyiapkan proyek jalur kereta Trans-Sumatera yang menghubungkan Bakauheni hingga Medan.

"Habis ini Trans-Sumatra Railway dari Bandar Lampung, mana titik yang paling selatan? Bakauheni sampai ke titik paling utara, Medan. Bisa KAI? Bisa Menteri Perhubungan? Kita kasih dia tugas harus kasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan," kata Prabowo saat meresmikan revitalisasi tahap I Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Prabowo juga mendorong pembangunan jalur kereta Trans-Kalimantan dapat dimulai setelah proyek Trans-Sumatera berjalan. Bahkan, dia berharap kedua proyek tersebut bisa dimulai secara bersamaan.

"Habis Trans-Sumatera nanti Trans-Kalimantan kalau bisa bersamaan kita mulai," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, pembangunan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional.

Prabowo optimistis Indonesia mampu menghadapi masa depan dengan tetap menjadikan sejarah sebagai salah satu fondasi pembangunan bangsa.

"Indonesia menghadapi masa depan dengan optimis, dengan gembira, dengan semangat, tanpa melupakan sejarah. Sejarah penting bagi kita, bagi kepribadian kita, bagi masa depan kita," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karhutla Bikin Banjarbaru Dilanda Kabut Asap Hebat, BPBD Ungkap Jam Belajar Sekolah Dimundurkan
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
BEM USU Mengamuk Bakar Ban di Jalan, Soroti MBG dan Dana Pendidikan
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Rektor UI ingatkan wisudawan beri solusi dan manfaat bagi masyarakat
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Papua Tengah Kerahkan Ratusan Personel Tangani Karhutla, Nabire Catat 279 Hotspot
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Kemenkes Sebut Udara di 8 Daerah Kalteng Tak Sehat-Berbahaya Imbas Karhutla
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.