Wapres Gibran Temui Korban Gempa NTT, Pastikan Penanganan Pascagempa dan Distribusi Bantuan Berjalan Baik

narasi.tv
1 jam lalu
Cover Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung penanganan pascagempa yang melanda wilayah tersebut.

Dalam agenda kunjungan ini, Gibran fokus melakukan pengawasan di lokasi terdampak gempa, seperti di Kabupaten Sikka dan Manggarai Timur, di mana kerusakan dan pengungsian cukup signifikan.

Kunjungan ini tidak hanya dilakukan secara sendiri, melainkan juga berkolaborasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat.

Dalam kunjungannya Gibran memastikan pendataan intensif dilakukan untuk memperbaiki rumah yang rusak.

"Jangan lupa didata ya, nanti rumahnya kami perbaiki," kata Gibran ketika berdialog dengan sekumpulan warga. Mengutip ANTARA.

Tidak hanya itu, dalam dialog dengan Nining Astriani, seorang guru setempat yang turut menjadi penyintas gempa, Wapres juga menyampaikan akan mengambil tindakan terkait penangguhan kredit usaha yang akan sulit dibayarkan mengingat kondisi ekonomi warga setelah gempa.

"Nanti akan ada grace period, nanti akan diberikan keleluasaan biar tidak terbebani di masa bencana," katanya.

Satu hari sebelumnya pada saat bertemu korban gempa bumi NTT di posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis, 20 Agustus 2026. Gibran meminta maaf dan mengakui masih banyak kekurangan dari pemerintah dalam memulihkan situasi pascabencana yang mengguncang wilayah tersebut pada akhir pekan lalu.

"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," ungkapnya.

Gibran juga meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan menyentuh seluruh masyarakat terdampak, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sulit diakses seperti pemukiman di pegunungan.

"Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya," ungkapnya.

Secara keseluruhan, per Jumat, 21 Agustus 2026, terdapat 83 orang meninggal dunia, 986 orang mengalami luka-luka dan 110.785 orang lainnya mengungsi.

Sementara untuk rumah rusak juga kini berada di angka 44.946 unit. Data ini meliputi 17.176 unit di kategori rusak berat, 9.758 unit di kategori rusak sedang, dan 18.013 unit di kategori rusak ringan.

Baca Juga:Doa Saat Terjadi Kebakaran yang Diajarkan Rasulullah SAW, Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi VIII DPR Soroti Anggaran Mitigasi Karhutla BNPB yang Minim
• 21 menit lalukumparan.com
thumb
Satu Pelaku yang Masuk Rumah Tokoh NU KH Uye Waro Disebut Rusak Perabotan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Opsen Pajak Kendaraan Masuk Kas Surabaya, Dipakai Perbaikan Jalan hingga Pendidikan Gratis
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cerita di Balik Penemuan Sepasang Kaki Korban Mutilasi di Depok
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Sudin LH Jakpus rayakan HUT RI dengan lomba tradisional dan esports
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.