JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek galian di pertigaan Jalan Raya Ciracas dan Jalan Pengantin Ali, Ciracas, Jakarta Timur, membuat lalu lintas tersendat dan dikeluhkan warga.
Kemacetan terjadi karena badan jalan menyempit di sekitar titik galian PDAM itu sehingga kendaraan dari beberapa arah harus bergantian melintas.
Warga bahkan sampai turun tangan mengatur kendaraan karena pada jam sibuk pagi tidak terlihat petugas yang cukup untuk mengendalikan arus lalu lintas.
Baca juga: Lubang Galian Pipa PDAM di Depok Ditutup Usai Sebabkan Ibu Terperosok
Warga setempat, Farhan (27), mengatakan kondisi sempat semrawut ketika pekerja proyek tidak berada di lokasi untuk mengatur kendaraan.
Menurut Farhan, pekerja proyek yang melakukan pekerjaan di shift malam hingga pagi, lepas tangan untuk mengatur lalu lintas di pagi hari.
"Jam 05.30 sampai 07.00 WIB, (pekerja) yang shift pagi datang, baru tuh diatur sama dia," kata Farhan kepada Kompas.com di lokasi, Jumat (21/8/2026).
Menurut Farhan, warga akhirnya membantu mengatur kendaraan yang mulai menumpuk sejak pagi.
"Yang atur lalu lintas di sini masyarakat, kayak gua sama orang-orang yang pada lewat," ujar Farhan.
Persoalan semakin terasa karena titik galian berada di kawasan yang memang sudah rawan macet.
"Jadi ya, sebelum ada galian aja di sini udah macet, ditambah ada galian. Jalannya makin sempit dan kagak ada petugas yang ngatur jalan,” kata Farhan.
Baca juga: 2 Pekerja Proyek di Jaktim Tertimpa Beton Turap hingga Terluka di Kepala
Farhan juga menuturkan keberadaan proyek tersebut membuat kepadatan lalu lintas semakin parah karena ruas jalan yang tersedia semakin terbatas.
"Emang di sini mah satu-satunya jalur, ga ada alternatif ataupun rekayasa lalu lintas," ucap Farhan.
Salah seorang warga yang bekerja sejak pagi di sekitar lokasi, Sherrly (22), mengatakan kemacetan di kawasan tersebut sudah berlangsung hampir sebulan sejak proyek galian berjalan.
Sherrly mengatakan kepadatan bahkan terjadi sejak pagi hingga malam hari.