Sampit: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dilaporkan terus meluas. Saat ini, titik api mulai mendekati kawasan permukiman warga di Kota Sampit, memicu kepanikan bagi penduduk setempat.
Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah berada di Jalan Metro TV, Kota Sampit, tepatnya di area lahan yang terletak di belakang kompleks perumahan Sampit Residence. Berdasarkan pantauan, kepulan asap tebal hasil kebakaran telah menyebar dan menyelimuti kompleks perumahan tersebut. Warga mengaku khawatir dan panik jika tempat tinggal mereka ikut terbakar akibat api yang terus merembet.
Tim Satgas gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan para relawan terus bekerja ekstra untuk memadamkan api. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan penyekatan agar api tidak semakin mendekati bangunan dan rumah-rumah warga.
Selain itu, asap pekat dari karhutla ini juga mulai membatasi jarak pandang secara signifikan, sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan warga di sekitar lokasi kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa eskalasi karhutla di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan. Tercatat, total luasan lahan yang terbakar hingga saat ini telah mencapai 1.382 hektare.
Baca Juga :
Gegerkan Warganet, Tangkapan Layar Google Maps Tunjukkan Kalimantan Dikepung Titik ApiMeskipun petugas telah berupaya melakukan penanggulangan, Multazam mengakui bahwa pemadaman belum sepenuhnya tuntas 100 persen karena besarnya hamparan lahan yang terbakar di beberapa titik.
"Yang dapat kami tanggulangi sekitar 1.300 hektare, tetapi memang tidak 100 persen padam karena ada beberapa titik yang hamparannya mencapai angka 5 sampai dengan 6 hektare," jelas Multazam, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 21 Agustus 2026.
Mengingat kondisi yang kian mendesak, pihak BPBD kini mengalihkan prioritas utama tim di lapangan untuk memproteksi area perumahan.
"Fungsi kami sekarang adalah fokus untuk menjaga permukiman, karena kebakaran-kebakaran yang terjadi saat ini posisinya sudah berada di perbatasan permukiman warga," tambahnya.




