FLORES, DISWAY.ID - Hampir sepekan berlalu pascagempa bumi yang meluluhlantakkan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut mengguncang dengan kekuatan magnitudo 7,7.
Meski begitu, hingga Kamis (20/8), para penyintas gempa NTT belum merasakan ketenangan.
Pasalnya, mereka masih merasakan ribuan gempa susulan dalam lima hari terakhir.
BACA JUGA:Pemerintah Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan, Armada Udara Ditambah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa susulan bermagnitudo 5,8 kembali mengguncang Pulau Flores. Guncangan ini cukup terasa oleh warga setempat.
Dompet Dhuafa, melalui Tim Respons Kesehatan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), turut bergerak merespons kejadian ini.
Bersama tim SAR gabungan, mereka berhasil mengevakuasi seorang ibu hamil di wilayah Manggarai Timur, NTT. Ibu tersebut sempat tertimpa reruntuhan akibat gempa susulan yang terjadi.
Evakuasi berlangsung dramatis.
Tim harus melewati Jembatan Maki yang kondisinya retak dan runtuh akibat gempa.
BACA JUGA:Pemerintah Siagakan 12.880 Personel dan Sumur Bor Tangani Karhutla di Kalimantan
Jembatan ini menjadi akses penghubung Desa Satar Kampas dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara.
Berkat kerja sama relawan dan warga sekitar, evakuasi berjalan lancar.
Ibu hamil tersebut dibawa menuju Posko Kesehatan Damer untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Meski jembatan terputus dan akses menjadi sulit, semangat relawan menyelamatkan warga tidak surut.
Tim SAR gabungan bersama masyarakat saling bahu-membahu mengevakuasi ibu hamil, hingga ia dapat melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Damer.
- 1
- 2
- »





