Sebuah video viral memperlihatkan seorang bocah laki-laki diduga mengalami kekerasan oleh bibinya sendiri di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Dalam video yang beredar, bocah berinisial AGP (7) ditemukan warga dan mengaku bahwa ayahnya telah dipenjara karena narkoba. Lalu, keberadaan ibunya tidak diketahui. Ia juga mengaku telah disiksa.
"Bapakku di penjara narkoba, mamakku enggak tahu di mana. Aku disiksa di sini," kata AGP dalam video viral tersebut.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan bahwa bocah tersebut ditemukan oleh warga di Jalan Merdeka, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Ia ditemukan dalam kondisi luka-luka di bagian wajah hingga kakinya.
Polisi dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Dairi yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelamatkan bocah tersebut.
Syahril menuturkan, saat bocah laki-laki tersebut hendak dibawa, datang seorang wanita berinisial RS (53) menghampiri dan melarang polisi membawa anak tersebut.
"Setelah memperkenalkan diri, RS kemudian memberikan izin dan AGP akhirnya dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan pertolongan medis," kata Syahril dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Saat ini, AGP sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai stabil.
Syahril mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendekatan terhadap bocah tersebut, AGP menceritakan bahwa RS merupakan bibinya yang diduga kerap melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap AGP.
"RS merupakan wanita yang paling ditakutin oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya," ujar Syahril.
Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, AGP ditemukan mengalami luka-luka di bagian bibir, luka lebam di tangan kiri, dan beberapa luka sudah mengalami infeksi atau bernanah. Selain itu, terdapat luka pada kaki kanannya yang juga mengalami infeksi.
Syahril menambahkan, AGP juga mengatakan bahwa adiknya berinisial AP (6) juga mengalami luka-luka yang diduga disebabkan oleh RS.
"Sehingga terdapat dua korban dalam kasus tersebut," ucap Syahril.
Pihak kepolisian masih mendalami motif dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Terkait motif dan bagaimana kronologi kekerasan tersebut sedang didalami oleh Unit PPA," pungkas Syahril.





