Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pembelajaran bagi anak-anak terdampak gempa harus tetap berjalan dengan mempertimbangkan keselamatan siswa. Hingga saat ini fasilitasi tenda untuk kelas darurat terus diupayakan.
"Untuk NTT kami juga sudah mengirimkan tim dan sudah mulai membangun tenda-tenda pembelajaran darurat untuk anak-anak supaya bisa belajar," kata Abdul Mu'ti di Jakarta, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca juga: 4 Juta Anak Tidak Sekolah di Indonesia, Kemendikdasmen Andalkan PJJ Sebagai Solusi
Ia mengatakan kondisi di NTT masih sangat bergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Salah satu tantangannya adalah gempa susulan yang masih terjadi.
"Walaupun tentu situasinya memang masih sangat bergantung perkembangan, yang memang gempa-gempa susulan masih terus terjadi," ujarnya.
Menurut Mu'ti, prinsip penanganan pembelajaran di daerah terdampak bencana tetap sama. Yakni memastikan keselamatan siswa sekaligus menjaga agar kegiatan belajar tetap dapat berlangsung.
"Intinya adalah bagaimana keselamatan murid tetap kita utamakan dan pembelajaran dapat dilaksanakan sepanjang tetap menjamin keselamatan dari semua murid kita," katanya.
Kemendikdasmen sebelumnya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menentukan pola pembelajaran di wilayah yang terdampak bencana. Mu'ti mengatakan penanganan pembelajaran di NTT menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini.
Ia menjelaskan di tengah kondisi darurat, pemerintah berupaya terus menyediakan ruang belajar demi tercapainya hak anak. "Agar anak-anak tetap dapat memperoleh layanan pendidikan," tutup dia.
Baca juga: 3.500 Anak Tidak Sekolah Ditargetkan Ikut PJJ 2026
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)





