Iran Siap Akhiri Perang dengan AS

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan perang dengan Amerika Serikat (AS) perlu diakhiri saat Iran berada dalam posisi yang "kuat dan bermartabat". Pernyataan itu disampaikan pada Jumat ketika ia membela kesepakatan terbaru antara Teheran dan Washington.

Dalam sebuah acara, Pezeshkian menyebut hasil perundingan Iran-AS sebagai "pencapaian besar". Menurut pernyataan kepresidenan Iran, kesepakatan tersebut telah mendapat persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

"Apa yang dicapai selama perundingan merupakan sebuah pencapaian besar," kata Pezeshkian. Ia menegaskan anggota dewan yang terlibat langsung dalam proses perundingan telah mempertahankan kepentingan Iran dengan tegas.

Pezeshkian juga menilai kesepakatan terbaru itu sebagai sesuatu yang "terhormat dan bernilai". Ia sekaligus membantah anggapan bahwa Teheran memberikan konsesi kepada Washington melalui kesepakatan tersebut.

"Lebih baik mengakhiri perang hari ini, ketika kami berada dalam posisi kuat dan bermartabat," katanya.

Pezeshkian juga menuduh Amerika Serikat melanggar aturan internasional dengan menyerang sejumlah fasilitas sipil di Iran, termasuk sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur.

Di tengah proses perundingan, Pezeshkian memastikan komandan militer dan angkatan bersenjata Iran tetap dalam kondisi siap mempertahankan negara. Namun, ia menekankan bahwa persatuan di dalam negeri juga menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi tersebut.

Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang memuat 14 poin di Islamabad pada 18 Juni. Kesepakatan tersebut dicapai melalui mediasi Pakistan dan Qatar.

Nota itu mencakup penghentian perang serta masa perundingan selama 60 hari. Periode tersebut ditujukan untuk membuka jalan menuju kesepakatan final antara Teheran dan Washington.

Namun, pelaksanaan kesepakatan kemudian menghadapi persoalan. Teheran menuduh Washington melanggar sejumlah ketentuan dalam nota kesepahaman tersebut.

Pakistan dan Qatar hingga kini tetap menjalankan peran mediasi untuk menjaga komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Upaya tersebut diarahkan untuk mempertahankan proses diplomasi dan mendorong kedua pihak menuju penyelesaian yang lebih permanen.

Sumber: Anadolu/Antara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPJS Ketenagakerjaan Ungkap 344 Ribu Tenaga Kesehatan dan Medis Belum Terlindungi JKK-JKM
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Viral! Aksi Tendangan Kungfu Warnai Laga Piala Soeratin U-13 DIY, Mataram Utama Sampaikan Permintaan Maaf
• 3 jam lalubola.com
thumb
Jawa Barat Tertinggi Kasus Scam di Indonesia, 3 Modus Ini Paling Banyak
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
4.084 Gempa Susulan Guncang Flores, Terbaru M5.2 Jumat Dini Hari Tadi
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Link Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026, Syarat S1-S3, dan Jadwal
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.