Karhutla di Kalimantan Makin Parah, Puan: Harus Segera Diatasi

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan makin parah, sehingga meminta pemerintah segera menangani. 

"Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” kata Puan kepada awak media, Jumat (21/8).

BACA JUGA: Kemenhut Segel Area Kebakaran Hutan di Sumsel, Peringatkan Pemegang Konsesi

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebaran titik panas atau hotspot tertinggi berada di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan 767 titik. 

Kemudian disusul Kalimantan Barat (Kalbar) 560 titik, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Timur (Kaltim) masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara (Kaltara) tiga titik.

BACA JUGA: RI Gandeng Korsel Bangun Pusat Pengendalian Karhutla, Perkuat Antisipasi Kebakaran Hutan

Puan meminta pemerintah segera menetapkan zona operasi prioritas karhutla berdasarkan kombinasi hotspot berulang.

Termasuk, melihat dari kondisi gambut, kekeringan, arah angin, kedekatan dengan permukiman, dan kapasitas pemadaman daerah. 

BACA JUGA: Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap Karhutla, 6 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Terganggu

“Kabupaten dengan risiko tertinggi harus mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, serta dukungan udara untuk pemadaman,” ujar legislator fraksi PDI Perjuangan itu.

Puan mendorong pemerintah pusat memberikan bantuan, khususnya bagi daerah yang kewalahan dalam penanganan karhutla.

“Pemerintah pusat harus dapat melihat secara real time daerah mana yang lambat merespons dan langsung mengambil alih dukungan jika kapasitas daerah tidak memadai,” ungkap cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu.

Menurutnya, operasi darat harus diperkuat agar api tidak kembali hidup setelah permukaan terlihat padam.

Sementara itu, ujar Puan, pemadaman dari udara harus difokuskan pada area yang sulit dijangkau.

“Termasuk, bagi petugas di lapangan agar diberikan perlengkapan yang memadai dan kebutuhan alat pelindung diri serta safety tools," katanya. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Karhutla Masih Mengancam Sumatra, Tim Dalkarhut Perkuat Pemadaman dan Patroli Udara


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DAMRI buka kembali rute Kalianda-Jakarta mulai 21 Agustus 2026
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Ormas se-Pati Berkumpul, Deklarasi Tolak Provokasi dan Sepakat Jaga Kedamaian
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
OTT Unsoed, MTI Dorong Evaluasi Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa dan Ajukan 7 Rekomendasi
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Asbanda Minta BPD Diberi Kesempatan Setara dalam Transaksi Pemerintah
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenhut Periksa Kasus Kebakaran 25 Hektare Hutan Produksi di Sumatra Selatan
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.