Eks Direktur WALHI Soroti Karhutla-Kabut Asap Kalimantan: Artinya Pemerintah Lalai dan Gagal

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Foto udara karhutla di Kelurahan Sepan, Penajam Paser Utara, Kaltim, pada Rabu (19/8/2026). (Sumber: ANTARA/ HO- BPBD Kabupaten PPU)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 2016-2024, Kisworo Dwi Cahyono, menilai pemerintah lalai dan gagal menanggulangi bencana kabut asap karena masih marak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. 

Ia mengatakan kejadian karhutla terus saja terulang, bahkan sampai saat ini juga masih terjadi. 

"Artinya, saya selalu menyatakan bahwa pemerintah masih lalai dan gagal dalam penanggulangan bencana," kata Kisworo dalam dialog Sapa Indonesia Malam KompasTV, Jumat (21/8//2026).

Ia menegaskan, Undang-Undang Penanggulangan Bencana menjelaskan mengenai tahapan proses penanggulangan bencana, termasuk mitigasi, tanggap darurat, dan pascabencana atau rehabilitasi. 

Namun, menurutnya, pemerintah baru bertindak pada tahap tanggap darurat atau pada saat kejadian. 

"Selalu jadi langganan, kalau hujan banjir, kalau kemarau karhutla. Jadi selalu terulang. Artinya ada apa ini?" ucapnya. 

Kisworo menilai, bencana-bencana sering terjadi sejak banyaknya izin monokultur atau sistem pertanian yang menanam hanya satu jenis tanaman saja. 

Baca Juga: Darurat! Kalimantan Dikepung Karhutla dan Kabut Asap Tebal, Picu Kekhawatiran Warga! | SAPA MALAM

Ia pun mempertanyakan kebijakan mitigasi, rehabilitasi, dan alokasi anggaran untuk kerusakan lingkungan yang disusun oleh pemerintah. 

"Termasuk  kebijakan dan mitigasi, apa yang sudah dilakukan? Termasuk yang pasca, rehap, terulang terus tuh. Termasuk anggaran nih. Selama ini anggaran untuk kerusakan lingkungan berapa persen sih dari APBN atau APBD?" tanyanya. 

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB, Daniel Johan mengatakan pihaknya akan menerima laporan resmi mengenai seberapa luas kebakaran yang terjadi di lahan konsesi dalam waktu kurang lebih seminggu. 

Ia kemudian menyinggung penyebab terjadinya kebakaran lahan. Menurutnya, terjadinya kebakaran lahan mayoritas karena perilaku manusia, baik dari konteks kebijakan, tidak adanya tata kelola kehutanan, tata kelola lingkungan, dan tata kelola ekosistem. 

Baca Juga: Karhutla Kalbar Ancam Habitat Orangutan | KOMPAS PETANG

Penyebab lainnya adalah tindakan korporasi maupun nonkorporasi yang membuka lahan dengan membakar hutan. Kemudian kondisi itu diperparah oleh situasi iklim tidak bersahabat dengan adanya Godzilla El Nino.

"Sehingga dari setengah tahun yang lalu, bahkan 1 tahun yang lalu, kita sudah mewanti-wanti kepada pemerintah khususnya kepada Kementerian Kehutanan, Kementerian terkait, untuk benar-benar melakukan mitigasi yang detail," ucapnya. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • karhutla
  • kebakaran hutan
  • kebakaran lahan
  • kebakaran
  • dpr
  • walhi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Untag Surabaya Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT, Alumni Sumbang Rp97,85 Juta
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bantuan PKH Keluarga di Tana Toraja Terhenti, Diduga terkait Data Rekening untuk Judol
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Aruma dan Raim Laode Kembali Bertemu, Bahas Kisah di Balik Lagu Ekspektasi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Vietnam Wedding Week 2026 Menghadirkan 7 Pertunjukan Runway dan Seniman untuk Menciptakan Pengalaman Runway yang Imersif
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Hyundai Targetkan Keluhan Konsumen Ditangani Maksimal 1x24 Jam
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.