Unsoed Jual "Kursi" Mahasiswa Baru Rp50-500 Juta ke Siswa SMA Lewat Guru

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kursi mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diperjualbelikan seharga Rp50-500 juta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut proses penawaran "kursi" tersebut dilakukan guru yang bertugas sebagai pengepul atau koordinator lewat jalur mandiri Unsoed.

Modus tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026) malam.

Achmad Taufik menjelaskan bahwa KPK menemukan peran guru yang bertugas menjadi pengepul siswa di sekolahnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein (kiri) menunjukkan barang bukti kasus dugaan korupsi Unsoed, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Rio Feisal

"Ada beberapa kelompok siswa dari SMA yang kemudian dikoordinasikan oleh seorang guru," ungkapnya.

Achmad mengatakan, guru tersebut kemudian berkomunikasi dengan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto alias ES.

"Guru ini kemudian kami temukan percakapan di WA (WhatsApp) dengan ES. Kemudian, ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya dan terkait per orangnya atau kepalanya itu berapa," ungkapnya.

Berdasarkan percakapan yang ditemukan KPK, dia mengatakan harga satu "kursi" mahasiswa baru di Unsoed dipatok paling rendah Rp50 juta dan paling tinggi berkisar Rp500 juta.

"Paling itu Rp500 juta sampai yang paling rendah itu ada Rp50 juta untuk per kepala," ujar Taufik.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026.

Beberapa pihak Rektorat Unsoed yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo, dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno.

KPK pada 21 Agustus 2026, menetapkan Sodiq, Norman, Mulyono selaku keponakan Sodiq, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto selaku perantara, serta Eko sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed. Sementara Kuat tidak ditetapkan sebagai tersangka. (ant)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Karhutla di Kalbar
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Minta Tambah Peralatan Usai Tinjau Karhutla: Water Bombing-Damkar
• 10 menit lalukumparan.com
thumb
Tragedi Minab, Ratusan Siswa SD Meninggal Akhirnya Terkonfirmasi, Namun AS Tetap Tak Mau Bertanggung Jawab
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
PO Jersey Persib Super League 2026/2027 Kini Dibuka di Persib Apps
• 2 jam lalubola.com
thumb
Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Meminta Hujan Saat Kemarau Panjang
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.