Di Urban Forest Cipete, Jakarta, Selatan, wangi kopi tiba-tiba menyeruak ke setiap sudut taman. Orang-orang membawa berbagai jenis kopi di tangan. Ada yang memiliki rasa manis ataupun pahit pekat. Semua tergantung selera. Mereka mendapatkan kopi itu dari deretan stan yang mengikuti acara Jakarta Coffee Festival 2026.
Memegang segelas kopi. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Segelas kopi dan kuku berbunga. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Menyeruput kopi. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Febi (32) adalah salah satu pengunjung acara itu. Selepas pulang kerja di daerah Fatmawati, ia sengaja mampir sebentar ke acara kumpulnya para pencinta kopi sebelum pulang menggunakan MRT. Sebagai penikmat kopi, Febi merasa terpanggil. Kopi tidak bisa lepas dari kesehariannya.
”Sehari, ya, paling minimal satu gelas kopi. Kalau nggak pahit, ya manis, tergantung mood dan kebutuhannya. Kalau lagi butuh yang bikin terjaga, pasti kopi pahit,” ungkap Febi di tengah acara, Jumat (21/8/2026).
Di salah satu stan, Febi menanyakan jenis biji kopi yang dijual. Sudah hampir sebulan ia mulai mencoba meracik kopi sendiri di rumahnya. Febi sedikit demi sedikit belajar membuat kopi dengan cara manual brew. Tapi, katanya, rasa kopi dari barista dan buatan sendiri memang berbeda. Pengalaman dan kemampuan berkelindan menciptakan rasa kopi yang nikmat.
Senapas dengan itu, Jakarta Coffee Festival pun menghadirkan para barista andal dari dalam dan luar negeri. Di antaranya ada Um Paul dan Aurora dari Korea Selatan, Jacky Chang dari Malaysia, Luke dari Taiwan, serta Fuji Yanto, Andika Nugraha, Muhammad Aga, dan Ryan Wibawa dari Indonesia. Para barista andal itu akan mengisi seminar dan workshop serta menjadi juri untuk barista-barista yang mengikuti lomba.
Jakarta Coffee Festival yang diadakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta ini sudah memasuki edisi ketiga. Pada tahun ini, ”Brew and Beyond” dipilih menjadi tema acara. Pemerintah mengajak warga untuk bisa melihat kopi tidak hanya sebagai produk minuman semata. Kopi bisa dipandang sebagai medium yang dapat menghubungkan kreativitas, inovasi, pariwisata, dan kolaborasi lintas sektor.
Kopi juga menjadi budaya yang telah berkembang pesat di Indonesia, terkhusus di kota-kota besar seperti Jakarta. Budaya urban ini membuat pertumbuhan kedai kopi, roastery lokal, dan industri kopi lainnya tumbuh subur. Keberadaan acara ini menjadi wadah mempertemukan para pelaku industri, barista, hingga penikmat kopi.
Acara ini dimeriahkan lebih dari 40 tenant kopi, minuman, dan makanan yang tersebar di Urban Forest Cipete. Selain itu, para pengunjung pun dihibur penampilan musik dari Kunto Aji, Barasuara, Namoy Budaya, dan lain-lain. Acara ini berlangsung dari tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026.




