Terkini, Makassar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi D3 dan D4 Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar menggelar kegiatan penerapan teknologi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini bermitra langsung dengan industri sawmill UD. Wahid yang berlokasi di Rappang, Kab. Sidrap.
Program pengabdian yang diketuai oleh Ahmad Rosyid Idris, S.T., M.T. ini mengusung judul “Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Menjadi Briket Biomassa sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan dan Peluang Usaha Masyarakat”.
Briket biomassa merupakan salah satu bentuk energi terbarukan alternatif karena bahan bakunya berasal dari limbah organik yang dapat terus diperbarui, berbeda dengan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang jumlahnya terbatas dan tidak dapat digantikan dalam waktu singkat.
Dengan mengolah limbah serbuk gergaji menjadi briket, program ini sekaligus mengurangi tumpukan limbah kayu yang selama ini terbuang percuma di lokasi sawmill, sambil menghadirkan sumber bahan bakar ramah lingkungan yang dapat menggantikan kayu bakar konvensional untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Melalui kegiatan ini, tim akademisi PNUP menghadirkan solusi pengolahan limbah serbuk gergaji hasil penggergajian kayu agar dapat diolah secara optimal menjadi briket biomassa berkualitas. Prosesnya diawali dengan pengecekan kadar air kayu menggunakan moisture meter untuk memastikan bahan baku cukup kering, sebelum dibakar dalam drum tertutup dengan udara terbatas (karbonisasi/pirolisis) hingga menjadi arang.
Arang yang telah dingin kemudian dihaluskan dengan mesin penggiling manual, dicampur perekat alami dari larutan tepung tapioka, lalu dipadatkan menggunakan alat pres manual hingga terbentuk briket balok yang siap dikeringkan.
Rangkaian kegiatan ini turut diisi dengan serah terima unit alat pengolahan briket kepada UD. Wahid sebagai mitra, disertai penyerahan plakat kerja sama antara kedua pihak. Pemilik mitra UD. Wahid, Bapak Abdul Kahar Lamma, menyampaikan apresiasinya atas unit alat yang diserahterimakan oleh tim PNUP. Ia menilai keberadaan alat ini memberikan dampak nyata bagi operasional usaha dan masyarakat sekitar.
“Pelatihan dan alat yang diberikan sangat berguna karena membantu menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan limbah kayu yang dapat menjadi sumber pendapatan untuk masyarakat sekitar. Saya berharap ini bisa dikembangkan dan PNUP bisa membantu dari segi pemasarannya,” ujar Abdul Kahar Lamma.
Selain penyerahan unit alat dan plakat kerja sama, rangkaian kegiatan PkM ini juga diisi dengan sosialisasi serta pelatihan tata cara pembuatan briket biomassa bagi warga dan pekerja setempat, mulai dari tahap karbonisasi, penggilingan, pengeleman, hingga pemadatan. Diharapkan lewat kegiatan ini, limbah serbuk gergaji yang melimpah di UD. Wahid dapat dimaksimalkan nilainya, mendukung transisi energi hijau, sekaligus membuka peluang usaha baru yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Sidrap.




