Trump Kembali Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengklaim Selat Hormuz sebagai "wilayah Amerika" di tengah blokade militer AS terhadap pelayaran Iran dan kebuntuan upaya Washington mengakhiri perang dengan Teheran.

Sebelumnya, Trump pernah melontarkan pernyataan serupa, walau diklarifikasi Gedung Putih hanya sebagai gurauan.

"Kami bahkan tidak tahu apakah kita menang, karena saat ini saya melihat Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika," kata Trump saat berpidato di hadapan pendukungnya di South Carolina, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dikutip dari The Guardian, Trump berada di South Carolina untuk berkampanye mendukung Darline Graham, yang maju dalam pemilihan untuk mengisi kursi Senat yang sebelumnya ditempati saudara laki-lakinya, mendiang Lindsey Graham.

Dalam pidatonya, Trump juga melontarkan candaan mengenai serangan terhadap Iran.

"Ini Jumat malam. Kita masih punya banyak waktu," ujar Trump sebelum membacakan puisi The Snake, yang kerap digunakannya dalam kampanye untuk menekankan kebijakan anti-imigrasinya.

"Apa yang harus saya lakukan? Kembali mengebom Iran sedikit lagi?" tanyanya.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), hingga Jumat pasukan AS telah mengalihkan 68 kapal komersial untuk mematuhi blokade yang diberlakukan Washington.

Perang AS-Iran kini mendekati bulan keenam, sementara upaya kedua negara mencapai kesepakatan damai belum membuahkan hasil. Pemerintahan Trump berupaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, antara lain dengan membatasi akses pelayaran melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang berada di antara Iran dan Oman. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut biasanya melintasi jalur tersebut.

Trump sebelumnya telah beberapa kali menyatakan keinginannya menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Pada pekan lalu, ia mengatakan secara prinsip selat tersebut sudah dapat dianggap sebagai wilayah Amerika karena Washington mengendalikan lalu lintas kapal melalui blokade.

"Kami mengendalikannya dengan blokade, dan saya menyukai gagasan untuk menyatakannya sebagai wilayah," kata Trump kepada wartawan pada Senin lalu.

Trump kemudian mengunggah peta di media sosial yang memberi label Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS."

Pernyataan tersebut mendapat penolakan dari Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut pernyataan Trump sebagai "delusi."

Secara hukum internasional, Selat Hormuz bukan merupakan wilayah Amerika Serikat. Jalur tersebut merupakan selat internasional yang penggunaannya tunduk pada ketentuan hukum laut internasional.

Baca juga:  Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Soal Ikut Rencana Kudeta Prabowo di Oktober: Semua Masalah Selesai Ketika Saya Datang
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
1.487 Titik Panas Karhutla di Kalimantan, Satgas Siagakan 8 Armada Udara | KOMPAS SIANG
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Meriahnya HUT ke-81 RI Warga Apartemen, Ada Lomba 17 Agustus hingga Bazar UMKM
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Pemkot Cilegon kerahkan camat dan lurah sukseskan aktivasi KTP digital
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
BI Dorong UMKM Pakai QRIS agar Lebih Mudah Peroleh Akses Pembiayaan
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.