Warek Unsoed Diduga Peras Orang Tua Calon Mahasiswa Rp650 Juta Agar Anaknya Masuk Fakultas Kedokteran

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) modus "jual beli" kursi mahasiswa baru jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

KPK menduga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Norman Arie Prayogo memeras orang tua calon mahasiswa baru hingga Rp650 juta agar anaknya bisa masuk Fakultas Kedokteran (FK).

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan Norman diduga melakukan pemerasan melalui dua orang sebagai perantara, yakni DMW dan AW.

“Keduanya selaku pihak swasta diduga meminta sejumlah uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta untuk satu mahasiswa,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026) malam.

Jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Sumber :
  • ANTARA/HO-Universitas Jenderal Soedirman

Orang tua tersebut memenuhi permintaan Norman, namun anaknya tetap tidak lulus menjadi mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran.

“Atas dinamika yang terjadi tersebut, selanjutnya pihak orang tua dari calon mahasiswa tadi meminta pengembalian penuh atas uang yang sudah diserahkan melalui DMW dan AW,” katanya.

Kemudian, DMW dan AW melaporkan hal tersebut kepada Norman. Norman pun meminjam uang kepada pihak swasta atas sepengetahuan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq.

Norman melalui DMW dan AW, serta keponakan Sodiq bernama MYN menjanjikan pengembalian uang kepada pihak swasta tersebut melalui pencairan tiga paket proyek di lingkungan Unsoed, yakni pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung.

Tiga paket proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan milik MYN. Kemudian, pencairan pembayarannya dialihkan kepada pihak swasta yang meminjamkan uang kepada Norman.

Pemerasan diduga terjadi karena adanya relasi kuasa antara pihak Rektorat Unsoed dengan orang tua calon mahasiswa baru tersebut.

“Sistem penerimaan ini kan ada yang punya kewenangan, ada yang mengotorisasi, dan tadi kan ada sistem untuk memberikan persetujuan atau klik. Ketika klik itu dipegang oleh suatu otoritas yang punya kewenangan penuh, ini kan bisa muncul abuse of power (penyalahgunaan kewenangan, red.),” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan orang tua calon mahasiswa baru tersebut tidak berupaya semaksimal mungkin untuk menjadikan anaknya sebagai mahasiswa Unsoed.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AU Siagakan 5 Pesawat Tangani Karhutla Kalimantan, Kerahkan 3 Pesawat untuk OMC
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Pramono Anung: Modifikasi Cuaca Tak Selalu Berhasil Turunkan Hujan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Mendefinisikan Ulang Maskulinitas: Era Baru Batik Pria Temma Prasetio x Iwan Tirta
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Anung di Seminar Kebangsaan HKBP Menteng: Keluarga Kuat, Bangsa Kuat
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi Soroti Disparitas Ekonomi Jabar, Investasi Harus Buka Lapangan Kerja Merata
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.