JKN Bantu Nabila Akses Layanan Kesehatan, dari Perantauan hingga Pulang ke Kediri

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan memberikan perlindungan kesehatan sekaligus kemudahan akses layanan bagi masyarakat. Manfaat tersebut dirasakan Nabila Testania (22), fresh graduate asal Kota Kediri, saat membutuhkan pelayanan kesehatan setelah pulang dari perantauan.

Nabila merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang didaftarkan oleh pemerintah sejak sekitar tiga tahun lalu. Ia mengaku kepesertaan tersebut sangat membantu, terutama ketika membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

“Iya waktu itu dari Kepala Desa minta data untuk didaftarkan BPJS kesehatan dari pemerintah, alhamdulillah terbantu dalam segi pelayanan kesehatan setelah di daftarkan dari desa,” ujar Nabila, Sabtu (22/8/2026).

Berobat Saat Pulang dari Perantauan

Pengalaman menggunakan JKN dirasakan Nabila ketika masih menempuh pendidikan di Malang. Sebagai mahasiswa yang tinggal di kos, pola makan yang tidak teratur membuat kondisi kesehatannya menurun hingga mengalami sakit maag.

Saat itu, keluarganya meminta Nabila pulang ke Kediri untuk mendapatkan pemeriksaan. Kebetulan, rumahnya berada tidak jauh dari Puskesmas Balowerti sehingga ia langsung memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut.

“Waktu itu saya masih kuliah dan kena sakit maag karena ya wajar ya anak kos sering telat makan. Dulu disuruh pulang sama mama ke Kediri. Kebetulan rumah saya dekat dengan Puskesmas Balowerti, jadi saya langsung berobat ke sana,” ujar Nabila.

Pelayanan medis yang diterimanya berlangsung lancar. Karena kondisi yang dialami tergolong ringan, Nabila mendapatkan layanan rawat jalan dan pengobatan rutin hingga kondisinya membaik dalam waktu sekitar satu minggu.

Ia juga mengapresiasi sikap tenaga medis dan petugas puskesmas yang menurutnya memberikan pelayanan dengan ramah dan informatif.

“Selama berobat di puskesmas, pelayanannya sangat baik. Kontrol ke dokter ramah, terus pas ambil obat di bagian farmasi orangnya juga ramah-ramah dan informatif sekali. Tidak ada pembedaan pelayanan sama sekali. Dan yang paling penting, tidak ada iuran atau biaya tambahan sepeser pun, semuanya gratis ditanggung BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Mobile JKN Pangkas Waktu Antrean

Selain manfaat dari sisi pembiayaan pelayanan kesehatan, Nabila juga merasakan kemudahan digital melalui aplikasi Mobile JKN.

Menurutnya, fitur antrean online membuat proses kunjungan ke fasilitas kesehatan menjadi lebih praktis. Peserta tidak harus datang sejak awal hanya untuk mengambil nomor antrean secara langsung.

“Kemudahan dari aplikasi Mobile JKN ini luar biasa membantu. Karena biasanya di puskesmas antreannya cukup padat, jadi dengan ambil antrean online lewat Mobile JKN, kita tinggal datang dan menunggu antrean dipanggil sesuai nomor. Jadi tidak perlu mengantri dari awal dan prosesnya jauh lebih efektif serta efisien,” tutur Nabila.

Pengalaman tersebut membuat Nabila menilai digitalisasi layanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kenyamanan peserta JKN.

Bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk mahasiswa dan pekerja yang tinggal di luar daerah, kemudahan akses informasi serta layanan secara digital dapat membantu ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ajak Masyarakat Segera Terdaftar JKN

Nabila juga mengajak masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta JKN.

Menurutnya, risiko sakit tidak dapat diprediksi. Kepemilikan jaminan kesehatan menjadi penting untuk mengantisipasi kebutuhan medis yang sewaktu-waktu dapat membutuhkan biaya besar.

“Sakit itu kan tidak ada yang tahu kapan datangnya. Kalau misalnya tiba-tiba butuh perawatan medis atau bahkan tindakan seperti operasi yang biayanya mahal, pasti akan sangat membebani kalau tidak punya JKN. Jadi menurut saya, bagi masyarakat yang belum mendaftar, segeralah mendaftar JKN,” imbau Nabila.

Ia berharap Program JKN terus berkembang dengan mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Digitalisasi melalui Mobile JKN juga diharapkan semakin diperluas agar akses layanan menjadi lebih mudah bagi masyarakat.

“Harapan saya Program JKN ini terus berkembang. Apalagi sekarang jaman digital, keberadaan Mobile JKN ini sangat bagus dan mudah diakses. Masyarakat tentu sangat menyukai hal-hal yang efektif dan efisien seperti ini. Semoga ke depan pelayanannya semakin optimal dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tutup Nabila.

Pengalaman Nabila menunjukkan bagaimana kepesertaan JKN dapat menjadi perlindungan kesehatan yang tetap dibutuhkan ketika seseorang berpindah aktivitas dari satu daerah ke daerah lain. Bagi masyarakat, keberadaan jaminan kesehatan dan kemudahan layanan digital menjadi bagian penting untuk memastikan akses pelayanan tetap tersedia ketika kebutuhan medis muncul. [nm/beq]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rektor Unsoed Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Mahasiswa Baru usai Dapat Rp 1,12 miliar
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Oknum Polisi Briptu YG Ditahan Propam Polres Pelalawan usai Diduga Paksa Pacar Aborsi
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Bersaksi di Sidang Praperadilan, Eks Dirdik Jampidsus: Saya Kenal Febrie, Dia Orang Jujur
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Pertamina Hadir Dampingi Warga Terdampak Gempa Flores
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Rumah Nyaris Ambruk dan Tak Punya Kamar Mandi, Nasib Keluarga Nuriyah Berubah Berkat Kapolri
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.