Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau sudah berlangsung selama 23 hari. Dari total 270 hektare luas lahan yang terbakar, 81 hektare di antaranya sudah berhasil dipadamkan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan karhutla di wilayah Provinsi Riau secara umum masih terkendali dengan baik berkat kolaborasi yang baik antara Polri, TNI, dan jajaran Forkopimda.
"Alhamdulillah berkat kerja kolaborasi bersama dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian kehutanan dan Forkopimda, hadir bersama untuk melakukan pemadaman dan 81 hektare sudah kita padamkan," kata Irjen Herry Heryawan, Sabtu (22/8/2026).
Kapolda menyampaikan karhutla di Riau dapat dikendalikan, salah satunya karena penegakan hukum yang masif terhadap pelaku pembakaran hutan baik yang disengaja maupun tak disengaja.
"Tahun lalu kita ada 102 tersangka dari 77 kasus. Hari ini, (karhutla) di Pelalawan sisa di Kerumutan saja," katanya.
Karhutla di Riau tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Namun, salah satu fokus utama karhutla di Riau saat ini yakni di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Polda Riau bersama jajaran TNI dan Forkopimda juga memperkuat mitigasi penanganan karhutla dengan melakukan restorasi pemulihan lingkungan. Salah satunya penanaman mangrove yang sudah berjalan di Desa Kuala Selat, Indragiri Hilir.
"Minggu lalu Pak Menteri Lingkungan Hidup datang ke Kuala Selat dan beliau menyumbangkan 500 hektare lahan untuk ditanami mangrove. Kita dorong ibu-ibu orang lokal di sana untuk membuat rumpun bambu untuk restorasi di sana dan alhamdulilah di tahun depan dalam program Ekspedisi Merah Putih itu kita bisa melihat bagaimana capaian restorasi itu," pungkasnya.
(mea/dhn)





