Rumah Kosong di Cirendeu Tangsel Terbakar, Api Diduga Dipicu Puntung Rokok

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran melanda sebuah rumah kosong di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (22/8/2026) pagi.

Pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, api telah berhasil dilokalisasi dan kemudian dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Rumah kosong tersebut memiliki bangunan yang cukup luas. Di dalamnya masih terdapat sejumlah perabotan, seperti lukisan dan kasur, yang ikut terbakar.

Baca juga: Gedung Bapenda DKI Kembali Kebakaran, Warga Sempat Panik Lihat Asap

Sebuah mobil yang berada di garasi rumah juga hangus terbakar.

Dadan, salah seorang saksi, mengatakan api awalnya muncul dari bagian bawah rumah, tepatnya di area garasi.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Menurut Dadan, api awalnya terlihat kecil, tetapi dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

"Awalnya kecil dari garasi, garasi mobil. Dari garasi mobil itu kecil, cuman ya emang asapnya udah ke atas. Nah, selang beberapa menit itu udah langsung gede itu, langsung membesar tuh apinya," kata Dadan kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu siang.

Baca juga: Gedung Bapenda DKI Kebakaran Lagi, Api dari Ruang Arsip Lantai 11

Tak lama setelah itu, petugas Damkar tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

"Nah, pas begitu pemadam datang ya udah nyebar ke mana-mana," kata dia.

Dadan mengatakan, warga sempat berusaha memadamkan api. Namun, upaya tersebut terkendala karena pintu gerbang rumah dalam kondisi terkunci.

"Kalau dari kecil kita juga kan mau madamin, karena gerbangnya digembok, gemboknya gede dirantai juga jadi susah," tuturnya.

Warga kemudian melaporkan kebakaran tersebut kepada petugas Damkar. Petugas lantas mendobrak gerbang agar dapat masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Kebakaran Permukiman Padat Jakarta Terus Berulang, Kelistrikan Jadi Biang Kerok

"Lapor Damkar juga, ngedobrak gerbang juga, baru dah tuh bisa masuk. Ya, masuk juga enggak bisa ngapa-ngapain udah besar banget," ungkapnya.

Dadan mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana sumber api berasal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Apinya dari kecil, nah itu enggak tau dari mana, dari sampah atau gimana," ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi X DPR Prihatin Atas Dugaan Pengondisian Penerimaan Mahasiswa di Unsoed
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Waka Komisi III DPR Minta Pelaku Pembakar Lahan Pribadi di Kalsel Dihukum Berat
• 7 jam laludetik.com
thumb
BNPB Gunakan Helikopter untuk Jangkau Korban Gempa yang Terisolir di NTT
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi X DPR Dorong Literasi Sumatera Selatan Tetap Kuat Meski Anggaran Terbatas
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.