Karantina Sulsel Pastikan 18,9 Ton Udang Vaname Aman Diekspor ke Jepang

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sebanyak 18,9 ton udang vaname beku asal Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat pengawasan ketat Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulsel sebelum dikirim ke Jepang.

Ini untuk memastikan komoditas tersebut memenuhi persyaratan karantina dan standar negara tujuan.

Komoditas perikanan dengan berat total 18.900 kilogram itu dikemas dalam 1.750 master carton (MC) dan menjalani pemeriksaan sebelum dimuat ke dalam kontainer berpendingin.

Petugas memeriksa kondisi fisik serta kemasan produk, mencocokkan kelengkapan dokumen, dan memastikan rantai dingin atau cold chain system berjalan sesuai ketentuan selama proses pemuatan.

Pemeliharaan suhu menjadi faktor penting dalam pengiriman produk perikanan beku karena kondisi tersebut harus tetap terjaga sejak penyimpanan, proses pemuatan hingga komoditas tiba di negara tujuan.

Jepang menjadi salah satu tujuan penting produk perikanan Indonesia dengan ketentuan yang relatif ketat, terutama menyangkut aspek kesehatan, mutu, keamanan pangan dan ketertelusuran produk.

Karena itu, pemenuhan setiap persyaratan menjadi bagian penting untuk menjaga agar komoditas perikanan Sulawesi Selatan tetap dapat diterima sekaligus memiliki daya saing di pasar Jepang.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan fungsi pengawasan di pintu keluar tidak sebatas memastikan dokumen dan komoditas memenuhi persyaratan ekspor, tetapi juga berkaitan dengan upaya mempertahankan kepercayaan pasar internasional.

“Menjaga pintu ekspor berarti memastikan setiap komoditas yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan karantina dan negara tujuan. Untuk pasar seperti Jepang yang menerapkan persyaratan ketat, setiap tahapan harus kita pastikan berjalan sesuai ketentuan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mempertahankan keberlanjutan ekspor produk perikanan asal Sulawesi Selatan,” ujar Sitti Chadidjah, dalam keterangannya, Sabtu (21/8/2026).

Menurut Sitti, kualitas komoditas saja belum cukup untuk mempertahankan akses ke pasar global karena seluruh pelaku usaha juga harus konsisten memenuhi aturan yang ditetapkan.

“Kepatuhan terhadap persyaratan karantina menjadi kunci. Karantina hadir untuk memastikan komoditas yang keluar telah memenuhi ketentuan sehingga produk kita dapat diterima dengan baik dan semakin berdaya saing di pasar global,” tambahnya.

Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dinyatakan selesai dan komoditas memenuhi ketentuan, petugas karantina melakukan penyegelan terhadap kontainer sebelum dikirim menuju pelabuhan pengeluaran.

Penyegelan tersebut dilakukan untuk menjaga integritas komoditas yang telah melalui proses pemeriksaan selama perjalanan menuju negara tujuan.

Karantina Sulawesi Selatan terus berupaya memperkuat pengawasan di pintu ekspor sekaligus memberikan kepastian terhadap pemenuhan persyaratan setiap komoditas yang dilalulintaskan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran perdagangan, mempertahankan akses produk perikanan Sulawesi Selatan ke pasar internasional, serta meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria Pengangguran Mengalami Gagal Ginjal Akut Setelah Bertahan Hidup Selama 20 Jari dengan Hanya Minum Air Setiap Kali Merasa Lapar
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
3 Klaster Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru yang Jerat Rektor Unsoed dkk
• 8 jam laludetik.com
thumb
Sadis ! Bocah 7 Tahun Disiksa, Pengasuh Biadab Diciduk Polisi
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mentransformasi Pesantren: NU, Kemenag, dan Peradaban
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.