REPUBLIKA.CO.ID, KLATEN — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, Prof Rachmat Pambudy melakukan kunjungan kerja ke Edufarmers Research Center di Mlese, Ceper, Kabupaten Klaten, Sabtu (22/8/2026). Kunjungan strategis ini dilakukan untuk meninjau pengembangan inovasi teknologi pertanian, optimalisasi layanan penyuluhan, serta penguatan kesejahteraan petani guna mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas beserta rombongan mendatangi beberapa fasilitas utama, termasuk Green House dan area riset terpadu. Rombongan berkesempatan melihat langsung penerapan teknologi pertanian modern, sistem interpretasi tanah HARA, serta pemanfaatan layanan penyuluhan berbasis kecerdasan buatan (AI) via platform WhatsApp yang dirancang untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan berbasis data di lapangan.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Hartono, Deputi Bidang Pangan dan Sumber Daya Alam Bappenas Dr Leonardo A.A. Teguh Sambodo, Staf Ahli Menteri PPN Teni Widuriyanti, serta jajaran pejabat Kementerian PPN/Bappenas dan Pemkab Klaten.
Dari pihak penyelenggara dan mitra, jajaran pimpinan Yayasan Edufarmers dan JAPFA menyambut langsung kunjungan tersebut, antara lain Ketua Yayasan Edufarmers Yahja Djanggola, CEO Yayasan Edufarmers Amri Ilmma, Direktur JAPFA Rachmat Indrajaya, serta AVP Yayasan Edufarmers Ignatius Egan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menteri PPN Prof Rachmat Pambudy, M.S. mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan riset akademis, partisipasi swasta, dan pendampingan langsung kepada para petani di Klaten.
"Saya merasa ada harapan untuk pertanian di Indonesia dengan adanya inovasi yang dikembangkan oleh Edufarmers," tuturnya.
AVP Yayasan Edufarmer Ignatius Egan mengatakan pihaknya memberikan kemudahan informasi bagi petani dengan Pak Dayat AI. "Bermula dari upaya untuk membawa hasil penelitian dan riset center lainnya supaya hasilnya bisa jadi sesuatu yang berguna dan mudah diakses mudah oleh para petani," ujarnya, Sabtu.
Dia mengatakan, pihaknya memiliki program training tapi jangkauan terbatas sehingga dipilih dengan sistem AI untuk mendistribusikan pengetahuan. "Jadi cukup dengan smartphone mereka dan bisa akses serta bertanya via WhatsApp dengan pak Dayat AI ini," tuturnya.