Rumah di Bima Terbakar, Pasangan Lansia Tewas

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kebakaran melanda sebuah rumah panggung di Desa Doro O'o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) sekitar pukul 02.30 WITA. Dalam insiden tersebut pasangan suami istri lanjut usia, Mahmud Ama Sana (82) dan istrinya, Aisya (80), tewas.

Dalam kejadian itu, anak kandung korban, Hanafiah, bersama dua anaknya yang masing-masing berusia 5 tahun dan 1 tahun berhasil menyelamatkan diri. Ketiganya tinggal seatap bersama korban di rumah panggung 12 tiang tersebut.

Kapolsek Langgudu Ipda Muhammad Suhaili mengatakan, kebakaran terjadi di RT 10/RW 04, Desa Doro O'o. Api pertama kali diketahui Hanafiah yang saat itu sedang tertidur.

"Dari informasi yang kami terima, anak korban, Hanafiah terbangun setelah merasakan hawa panas di bagian kepalanya. Kemudian dia melihat rumahnya sudah dipenuhi bara api," ujar Suhaili, Sabtu (22/8).

Dalam kondisi panik, Hanafiah berusaha menyelamatkan ibu dan kedua anaknya. Namun, kobaran api yang semakin membesar membuatnya hanya mampu membawa kedua anaknya.

Setelah berhasil menyelamatkan kedua anaknya, Hanafiah kemudian membangunkan suaminya, Sudarmono, yang sedang tidur di kandang untuk menjaga sapi.

Warga yang mengetahui kejadian kebakaran tersebut langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api. Tak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran juga tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas dan warga menemukan Mahmud dan Aisya dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar.

Mahmud ditemukan di antara sisa bangunan rumah panggung. Sementara Aisya ditemukan di dalam toilet yang berada di bagian dapur.

Sekitar satu jam setelah kejadian, personel Polsek Langgudu mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

"Sekitar pukul 04.30 WITA, tim medis dari Puskesmas Langgudu Barat tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap kedua jenazah," kata Suhaili.

Suhaili mengatakan, berdasarkan informasi dan keterangan awal yang diperoleh di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik.

"Namun, untuk memastikan penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan," kata Suhaili.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, 110 Ribu Mengungsi
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Yaqut Hormati Jawaban Jaksa atas Eksepsinya, Sebut Pembagian Kuota Haji Diputus Bersama Arab Saudi
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Tanggapi Narasi Menganggap Prabowo Diam Soal Karhutla di Kalimantan, Ketum LOGIS 08: Menyesatkan
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi Mulai Digantikan, Fenomena Baru di China Bikin Heboh
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KAI Services Peduli Frontliner, Berbagi Bersama Porter di Stasiun Bandung
• 41 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.