DIRUI dan PDS PatKLIn Dorong Mutu Laboratorium Klinik di Sulsel

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peningkatan kualitas pemeriksaan laboratorium, menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketepatan diagnosis dan pengambilan keputusan klinis.

Hal itu menjadi perhatian dalam scientific seminar yang digelar DIRUI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) Cabang Makassar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (22/8/2026).

Ada 100 peserta yang ikut dalam Seminar tersebut, bertajuk “Advancing Clinical Laboratory Excellence through Integrated Diagnostic Solutions” dengan subtema “Optimizing Chemistry, Hematology, and Urinalysis for Better Clinical Decision-Making”.

Mereka terdiri dari dokter spesialis Patologi Klinik, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), serta rekanan DIRUI.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi perkembangan ilmu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya refresh training bagi para praktisi laboratorium.

Materi yang dibahas mencakup perkembangan pemeriksaan kimia klinik, hematologi, hingga urinalisis yang semakin berperan dalam membantu dokter menentukan langkah penanganan pasien.

Seminar dikemas dalam tiga sesi ilmiah yang dilanjutkan dengan diskusi panel dan tanya jawab. Dr. Fuad, SpPK membawakan materi Optimizing Clinical Chemistry for Better Clinical Decision-Making, Prof. Mansyur, SpPK membahas Advances in Hematology Diagnostics, sedangkan Dr. Ferddy, SpPK memaparkan Optimizing Urinalysis in Routine Clinical Practice.

Prof. Mansyur Arief menyoroti masih adanya kesenjangan fasilitas pemeriksaan laboratorium, khususnya di sejumlah rumah sakit daerah. Keterbatasan anggaran disebut menjadi salah satu faktor yang membuat rumah sakit pemerintah belum seluruhnya mampu menyediakan perangkat pemeriksaan modern.

“Sekarang tanpa alat, susah. Semua, bukan hanya kedokteran laboratorium, alat-alat lain juga di meja operasi, di ruang operasi misalnya, itu kan sangat tergantung dari alat-alat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan ketika tenaga medis harus menangani kasus kompleks, termasuk kelainan darah. Pemeriksaan hematologi modern membutuhkan dukungan perangkat yang mampu memberikan informasi lebih cepat dan komprehensif sebagai dasar menentukan pemeriksaan lanjutan.

Salah satu perkembangan yang dinilai membantu ialah fitur advanced flagging pada alat hematologi modern. Fitur tersebut dapat memberikan tanda atau petunjuk ketika ditemukan hasil yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

“Dari flagging itulah menjadi guideline buat kita untuk tindakan selanjutnya, bahwa ini perlu pemeriksaan lanjutan, bahwa ini perlu kita lihat secara morfologinya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, hasil pemeriksaan dapat memberikan petunjuk awal terhadap kemungkinan adanya kelainan serius, termasuk leukemia. Namun, hasil tersebut tetap harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan lanjutan seperti aspirasi sumsum tulang, apusan darah, pewarnaan sitokimia, hingga phenotyping.

Prof. Mansyur menilai penguatan fasilitas juga harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, investasi alat kesehatan tidak akan maksimal apabila tenaga kesehatan di daerah belum memiliki kemampuan yang memadai untuk mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi bagian penting dalam mengikuti perkembangan teknologi laboratorium. Dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai diperlukan untuk memperkecil kesenjangan fasilitas antarwilayah.

Direktur DIRUI Medical Indonesia, Lydia Lee mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melakukan improvisasi dalam penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), sekaligus memberikan penyegaran pengetahuan kepada peserta.

“Kita harus improvisasi terhadap R&D kita. Sekaligus menjadi refresh training untuk peserta,” ucapnya.

Menurut Lydia, perkembangan alat kesehatan perlu diikuti dengan edukasi dan pelatihan agar teknologi yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan. Karena itu, kegiatan ilmiah seperti seminar dinilai penting untuk mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan praktisi di lapangan.

Hal serupa terlihat pada sesi pemeriksaan sedimen urine yang dibawakan Dr. Ferddy, SpPK. Ia menjelaskan pemeriksaan sedimen urine terus berkembang seiring kebutuhan terhadap hasil yang lebih akurat dan mampu memberikan informasi klinis yang relevan.

Perkembangan tersebut antara lain mencakup pelaporan kuantitatif partikel per mikroliter, penggunaan flow cytometry, teknologi imaging otomatis, hingga pengenalan sel darah merah dismorfik yang dapat menjadi salah satu indikator penting dalam pemeriksaan.

Meski teknologi otomatis dan kecerdasan buatan mulai dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi partikel urine, sejumlah temuan tetap membutuhkan verifikasi manual. Di antaranya silinder, sel epitel tubulus, dan kristal atipik yang memerlukan ketelitian petugas laboratorium.

Karena itu, perkembangan teknologi laboratorium tetap harus berjalan beriringan dengan standardisasi prosedur, validasi alat, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, hasil pemeriksaan diharapkan tidak sekadar lebih cepat, tetapi juga memiliki validitas yang dapat mendukung keputusan klinis secara tepat.

Melalui seminar ini, DIRUI dan PDS PatKLIn Cabang Makassar mendorong penguatan kompetensi sekaligus budaya pembaruan pengetahuan di kalangan tenaga laboratorium.

Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan laboratorium klinik, terutama di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Relawan Gerak Bareng Meninggal Saat Salurkan Bantuan Gempa Flores
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Ronaldo Masih Tajam di Usia 41 Tahun, Gol ke-977 Bikin Target 1.000 Semakin Dekat
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa M 5,2 Terjadi di NTT
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pertamina Buka Posko Kesehatan Gratis Bagi Para Pengungsi Gempa di Reo
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Taman Nasional Way Kambas Kebakaran, Pemadaman Terkendala Akses yang Dilalui
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.