Jakarta (ANTARA) - Petenis Indonesia Anthony Susanto kandas di semifinal Universal Tennis Rating Pro Tennis Tour (UTR PTT) Amman Men's World Tennis Championship 2026 setelah takluk dari petenis Amerika Serikat Alexander Chang dalam pertarungan tiga set di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Sabtu.
Anthony harus mengakui keunggulan Chang dengan skor 4-6, 6-3, 3-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 20 menit. Hasil tersebut membuat petenis berusia 29 tahun itu gagal melangkah ke partai final turnamen yang memperebutkan total hadiah 20.000 dolar AS itu.
"Saya kecewa karena sebenarnya bermain cukup bagus, tetapi gagal memanfaatkan poin-poin krusial terutama di set ketiga. Namun, Alexander Chang juga bermain bagus hari ini," kata Anthony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Pertandingan semifinal berlangsung ketat dengan Anthony mengandalkan permainan reli panjang dari garis belakang untuk meredam agresivitas Chang yang mengandalkan servis dan voli.
Pada set pertama, Chang mampu mematahkan servis Anthony dan mempertahankan keunggulan tersebut hingga merebut set pembuka dengan skor 6-4 dalam waktu 50 menit.
Anthony kemudian bangkit pada set kedua. Permainan reli panjang yang ia terapkan mulai efektif meredam tekanan Chang sehingga Anthony mampu mengendalikan pertandingan dan merebut set tersebut dengan skor 6-3.
Baca juga: Anthony Susanto sapu bersih fase grup UTR PTT Bali
Hasil itu memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Namun, Chang kembali meningkatkan agresivitas permainan dan mampu mengantisipasi perubahan strategi yang diterapkan Anthony.
Chang akhirnya mengunci set ketiga dengan skor 6-3 sekaligus memastikan tiket ke partai final.
Anthony yang merupakan adik kandung petenis nasional David Agung Susanto itu mengakui lawannya mampu membaca perubahan pola permainan yang ia terapkan.
"Saya sudah melakukan berbagai perubahan strategi permainan, tetapi ternyata lawan mampu mengantisipasi dengan cerdik," ujar Anthony.
Chang yang merupakan juara UTR PTT 2025, selanjutnya akan menghadapi petenis Prancis Matthieu Perchicot pada partai final yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (23/8) di lapangan A Bali Beach Country Club, Nusa Dua.
Perchicot melaju ke final setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat Azuma Visaya 3-6, 6-3, 6-0 dalam pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 10 menit.
Sempat kehilangan set pertama, Perchicot mampu membalikkan keadaan dengan mengandalkan pukulan topspin ke arah garis belakang untuk meredam forehand Visaya.
Petenis Prancis berusia 33 tahun itu kemudian tampil dominan pada set penentuan dan menyapu bersih set ketiga dengan skor 6-0.
Baca juga: Petenis muda petik pengalaman berharga dari persaingan UTR PTT Bali
Baca juga: Sinner mundur dari US Open
Anthony harus mengakui keunggulan Chang dengan skor 4-6, 6-3, 3-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 20 menit. Hasil tersebut membuat petenis berusia 29 tahun itu gagal melangkah ke partai final turnamen yang memperebutkan total hadiah 20.000 dolar AS itu.
"Saya kecewa karena sebenarnya bermain cukup bagus, tetapi gagal memanfaatkan poin-poin krusial terutama di set ketiga. Namun, Alexander Chang juga bermain bagus hari ini," kata Anthony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Pertandingan semifinal berlangsung ketat dengan Anthony mengandalkan permainan reli panjang dari garis belakang untuk meredam agresivitas Chang yang mengandalkan servis dan voli.
Pada set pertama, Chang mampu mematahkan servis Anthony dan mempertahankan keunggulan tersebut hingga merebut set pembuka dengan skor 6-4 dalam waktu 50 menit.
Anthony kemudian bangkit pada set kedua. Permainan reli panjang yang ia terapkan mulai efektif meredam tekanan Chang sehingga Anthony mampu mengendalikan pertandingan dan merebut set tersebut dengan skor 6-3.
Baca juga: Anthony Susanto sapu bersih fase grup UTR PTT Bali
Hasil itu memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Namun, Chang kembali meningkatkan agresivitas permainan dan mampu mengantisipasi perubahan strategi yang diterapkan Anthony.
Chang akhirnya mengunci set ketiga dengan skor 6-3 sekaligus memastikan tiket ke partai final.
Anthony yang merupakan adik kandung petenis nasional David Agung Susanto itu mengakui lawannya mampu membaca perubahan pola permainan yang ia terapkan.
"Saya sudah melakukan berbagai perubahan strategi permainan, tetapi ternyata lawan mampu mengantisipasi dengan cerdik," ujar Anthony.
Chang yang merupakan juara UTR PTT 2025, selanjutnya akan menghadapi petenis Prancis Matthieu Perchicot pada partai final yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (23/8) di lapangan A Bali Beach Country Club, Nusa Dua.
Perchicot melaju ke final setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat Azuma Visaya 3-6, 6-3, 6-0 dalam pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 10 menit.
Sempat kehilangan set pertama, Perchicot mampu membalikkan keadaan dengan mengandalkan pukulan topspin ke arah garis belakang untuk meredam forehand Visaya.
Petenis Prancis berusia 33 tahun itu kemudian tampil dominan pada set penentuan dan menyapu bersih set ketiga dengan skor 6-0.
Baca juga: Petenis muda petik pengalaman berharga dari persaingan UTR PTT Bali
Baca juga: Sinner mundur dari US Open





