Banjir Melanda Berbagai Wilayah Tiongkok, Kerugian Warga Terdampak Sangat Parah

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

 Beberapa waktu terakhir, banjir melanda berbagai wilayah Tiongkok, termasuk Kunming di Yunnan, Chengdu di Sichuan, dan Zhoukou di Henan. Di Henan, hujan deras ditambah pelepasan air dari waduk menyebabkan lahan pertanian terendam dalam skala luas dan tanaman gagal dipanen. Hingga 20 Agustus, genangan di Zhoukou dan sejumlah daerah yang paling parah terdampak masih belum surut, sementara kerugian para petani sangat besar.

EtIndonesia.com Badan Meteorologi Tiongkok pada 20 Agustus kembali mengeluarkan peringatan biru hujan lebat. Akibat pengaruh tekanan rendah tropis di Laut Tiongkok Selatan dan monsun barat daya, pada 20–21 Agustus sejumlah wilayah di Pulau Hainan, Guangdong, Guangxi, Fujian, dan Sichuan masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Di beberapa lokasi juga diperkirakan terjadi hujan ekstrem, petir, angin kencang, serta cuaca konvektif lainnya.

Menurut Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok, hingga pukul 09.00 pada 19 Agustus, 36 sungai di Heilongjiang, Mongolia Dalam, Henan, Zhejiang, dan wilayah lainnya masih berada di atas ambang batas siaga banjir.

Banjir melanda Sichuan dan Yunnan

Sejumlah wilayah Sichuan telah mengalami hujan sangat lebat selama beberapa hari berturut-turut. Pada dini hari 18 Agustus, Dujiangyan, di hulu Chengdu, mengalami gelombang banjir terbesar tahun ini. Sungai Jinjiang, yang dikenal sebagai sungai induk Chengdu, mengalami kenaikan debit air secara drastis sehingga sejumlah ruas jalan di kawasan kota terendam.

Seorang warga Distrik Shuangliu, Chengdu, bermarga Zhang, mengatakan:

“Hujannya tidak pernah berhenti. Kawasan kota Chengdu kebanjiran, dan air dialirkan ke sungai ini. Rumah kami berada di dekat sungai. Dari depan rumah, yang terlihat seperti lautan.”

Kota Kunming di Yunnan juga dilanda hujan sangat lebat selama beberapa hari. Sejumlah ruas jalan di Distrik Guandu, Panlong, dan wilayah lainnya mengalami genangan parah, sementara banyak toko dan kendaraan terendam.

Tang, seorang pemilik toko di Desa Qinglong, Distrik Panlong, Kunming, mengatakan: “Mobil-mobil itu awalnya diparkir rapi, bahkan sampai dua baris. Kemudian terseret air dan menumpuk menjadi satu. Jumlahnya sekitar 10 sampai 20 mobil. Mobil teman saya juga hanyut. Banyak barang ikut terendam. Kerugiannya sangat parah.”

Lahan pertanian Henan rusak parah

Henan merupakan salah satu provinsi pertanian utama Tiongkok. Hujan deras ditambah pelepasan air dari waduk menyebabkan lahan pertanian dalam skala luas terendam dan tanaman gagal dipanen. Petani di daerah yang terdampak paling parah, seperti Pingdingshan, Xuchang, dan Zhoukou, mengalami kerugian besar.

Pada 20 Agustus, seorang warga Zhoukou mengatakan bahwa pada 12 Agustus, air dari Sungai Jialu di hulu Zhengzhou dilepaskan dan kemudian banjir mengalir ke Distrik Chuanhui. Banjir tersebut menyebabkan tanggul jebol dan memperparah kondisi Zhoukou. Hingga kini, banyak wilayah masih tergenang dan lahan pertanian dalam area luas terendam.

Wang, seorang petani dari Kecamatan Dawangzhuang, Kabupaten Xihua, Zhoukou, mengatakan:

“Air dari hulu terus dialirkan ke daerah kami. Sungai sudah penuh seluruhnya. Saya belum pernah melihat air sebanyak ini. Rumah-rumah yang berada di daerah rendah sudah kemasukan air. Jagung, kacang tanah, kedelai, kacang panjang, semuanya sudah terendam selama empat atau lima hari. Akar dan batangnya mulai membusuk.”

Kabupaten Xiangcheng di Xuchang dikenal sebagai salah satu pusat produksi tembakau di Henan. Tanaman tembakau milik para petani, serta berbagai tanaman milik para petani buah, juga mengalami kerusakan berat.

Liu, seorang petani dari Zhoukou, mengatakan: “Lin’an, Distrik Jian’an di Xuchang, termasuk Jiaxian, Yuzhou, dan Xiangcheng semuanya merupakan daerah penanaman tembakau. Tanggul jebol di Kota Changqiao, Jiaxian. Kerugiannya sangat besar. Yang paling parah adalah kawasan penanaman cabai yang membentang ratusan kilometer, dengan luas mencapai jutaan mu. Saat cabai sudah hampir siap dipanen, pada dasarnya semuanya mati terendam banjir.”

Peternak harus menyelamatkan ternak sendiri

Peternakan babi milik Zhang Xiuying, seorang peternak di Desa Helou, Kecamatan Gucheng, Kabupaten Fugou, Zhoukou, dikepung banjir selama empat hari. Ia mengaku telah berulang kali menelepon berbagai tingkat pemerintahan untuk meminta bantuan, tetapi tidak mendapat pertolongan. Pada akhirnya, ia harus menyelamatkan sendiri lebih dari 200 ekor babi.

“Pada 17 Agustus, ketika orang tua saya pulang untuk mengambil obat bagi babi, seluruh jalan sudah dipenuhi air. Desa kami memang terkena dampak lebih parah. Untuk tanaman, satu batang pun jangan berharap bisa diselamatkan. Kalau air di desa baru surut setelah setengah bulan, apa yang tersisa dari tanaman? Tidak ada. Semuanya akan mati terendam,” katanya. 

Zhang mengatakan bahwa sejak 14 Agustus, air di desanya telah naik lebih dari satu meter di atas permukaan tanah. Gandum dan jagung yang disimpan di rumahnya, serta bungkil kedelai dan pakan ternak, semuanya terendam.

Ia memperkirakan kerugiannya mencapai puluhan ribu yuan. Obat-obatan yang tidak berhasil diselamatkan bernilai sekitar 10.000 yuan. Ia juga kehilangan sekitar 20.000 jin (sekitar 10 ton) gandum dan 20.000 jin jagung, selain beberapa karung pakan ternak dan bungkil kedelai.

Perabotan dan peralatan rumah tangga juga rusak, termasuk kulkas dan berbagai barang kebutuhan sehari-hari yang nilainya sekitar 4.000–5.000 yuan. Selain itu, sebuah kendaraan roda tiga listrik seharga 4.800 yuan, traktor seharga 8.000 yuan, serta mesin pemuat seharga 9.000 yuan turut terdampak.

Zhang mengatakan bahwa apa yang dialaminya bukan kasus yang terisolasi. Para petani di daerah tersebut menghadapi masalah serupa. Bahkan ketika mereka ingin memompa keluar air, mereka menghadapi persoalan lain: “Airnya harus dibuang ke mana?”

Menurutnya, mereka hanya dapat menunggu hingga permukaan air di wilayah sekitar turun. Setelah itu, genangan di daerah mereka baru perlahan dapat dialirkan keluar. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla, Kerahkan Petinggi TNI-Polri ke Empat Provinsi
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penyelidikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Polwan di Polda Sumbar Dibuka Kembali
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Serba-serbi Fashion Whimsy yang Kekinian
• 41 menit lalubeautynesia.id
thumb
Persib Siap Tempur di Playoff ACL Two Kontra Manila Digger, Marc Klok: Kami Tahu Ini Sangat Penting
• 15 jam lalubola.com
thumb
Ekosistem Bank Emas RI Berhasil Ubah Aset Logam Mulia Menganggur Jadi Produktif
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.