Jakarta, VIVA – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memastikan tata kelola institusi dan kegiatan akademik tetap berjalan dengan baik. Meski tengah ada penanganan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (WR IV) Unsoed Prof Waluyo Handoko dalam konferensi pers di Gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, Sabtu sore, mengatakan Unsoed menghormati dan mendukung seluruh proses hukum yang sedang berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Unsoed menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya perkara ini. Institusi memandang persoalan tersebut sebagai kejadian yang serius menyangkut integritas, keadilan, dan kepercayaan publik," katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dia menegaskan, penerimaan mahasiswa baru seharusnya berlangsung transparan dan bebas dari praktik korupsi. Selain itu, Unsoed juga menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka hingga adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap.
Selanjutnya, Unsoed akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terkait langkah kelembagaan setelah penetapan tersangka terhadap tiga pimpinan, termasuk mekanisme pengisian pelaksana tugas dan keberlangsungan institusi selama masa transisi.
Dia memastikan tata kelola institusi, pelayanan publik, serta kegiatan akademik, seperti perkuliahan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetap berjalan normal dan optimal dengan sejumlah penyesuaian.
Lebih lanjut dia juga mengimbau dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni tetap tenang, menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta menjaga situasi kondusif lingkungan kampus.
"Saya kira Unsoed berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan guna memastikan proses penerimaan mahasiswa baru dan seluruh layanan akademik berjalan sesuai prinsip akuntabilitas serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme," kata Waluyo.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Unsoed Prof Noor Farid mengatakan Unsoed akan mengonsultasikan sejumlah hal terkait kegiatan akademik, termasuk pelaksanaan wisuda dan penerimaan mahasiswa baru, dengan Kemdiktisaintek.
Selain itu, pihaknya juga akan memastikan pelaksanaan wisuda tetap berjalan dengan menyesuaikan hasil koordinasi dan arahan kementerian selama masa transisi. "Kami akan mengonsultasikan dengan kementerian, termasuk terkait wisuda, sehingga pelaksanaannya nanti dapat dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.





