BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan melalui Karya Kreatif Indonesia

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali berupaya memperluas pangsa pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor wastra dan kerajinan, melalui pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI).

Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani mengatakan keterlibatan UMKM Bali dalam KKI menjadi sarana memperluas akses pasar sekaligus memperkuat jejaring bisnis pelaku usaha.

"Partisipasi itu semakin memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring bisnis," ungkap Achris.

Selain memperluas pasar dan jejaring bisnis, keikutsertaan dalam KKI diharapkan meningkatkan daya saing UMKM Bali di tingkat nasional maupun global.

Puluhan UMKM Bali Ikuti Pameran dan Koneksi Bisnis

BI Bali memberikan kesempatan kepada 45 UMKM binaan untuk mengikuti pameran secara daring melalui laman resmi KKI.

Selain pameran daring, sebanyak 18 UMKM binaan BI Bali mengikuti kegiatan koneksi bisnis secara langsung dengan konsumen dan calon investor potensial.

Koneksi bisnis tersebut menjadi bagian dari rangkaian pameran KKI di Jakarta yang berlangsung hingga Minggu, 23 Agustus 2026.

UMKM yang berpartisipasi bergerak di berbagai sektor usaha, antara lain produksi wastra, perhiasan, dan aksesori.

Sektor lain yang turut berpartisipasi mencakup desa wisata serta UMKM makanan dan minuman olahan melalui sistem toko ritel.

Para peserta merupakan UMKM yang telah berorientasi ekspor maupun memiliki peluang mengembangkan produknya ke pasar ekspor.

Seiring terbukanya peluang tersebut, pelaku UMKM diharapkan terus meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan dan standar pasar.

Pelaku UMKM juga didorong menjaga konsistensi produksi sehingga mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.

Penguatan UMKM Didorong di Tengah Tantangan Global

Achris berharap perluasan akses pasar UMKM dapat memberikan kontribusi terhadap geliat perekonomian daerah.

Penguatan UMKM dinilai semakin penting di tengah berbagai ketidakpastian dan tantangan ekonomi global, termasuk krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, perekonomian Bali pada triwulan II-2026 tetap menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,78 persen.

Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,58 persen.

Capaian pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,78 persen juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen.

Pada Juni 2026, inflasi Bali tercatat sebesar 3,27 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen.

Meski masih terkendali, perkembangan inflasi Bali tetap perlu mendapat perhatian agar tidak melampaui sasaran yang ditetapkan pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

KKI Jadi Langkah Strategis Pengembangan UMKM

BI Bali memandang KKI sebagai salah satu langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

Melalui KKI, UMKM juga didorong semakin berdaya saing dengan tetap mengandalkan dan mengembangkan kekayaan budaya Nusantara.

"KKI ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berbasis kekayaan budaya Nusantara," kata Achris.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Hadapi Chiangrai United, STY Ungkap Kondisi Pemain Persija Masih Berat Usai Jalani Latihan Fisik Intens
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Bencana Diprioritaskan, Kemenkeu Salurkan Bantuan Rp565,2 Juta untuk NTT
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Pasca Gempa NTT, Bantuan Disalurkan dan Kerusakan Didata, Pangdam IX/Udayana Melapor | KOMPAS SIANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
DPRD DKI dan TAPD Sepakati APBD Perubahan 2026 Rp79,59 Triliun, Layanan Dasar Tetap Diprioritaskan
• 15 jam lalupantau.com
thumb
ULM Gandeng IBEC Buka Peluang Mahasiswa Studi Lanjut ke Inggris
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.