Langit Merah Membara Buntut Kebakaran Hutan di Taman Nasional Way Kambas Lampung, Pihak Balai Curiga Ada Kesengajaan

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Kebakaran hutan melanda kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Kini muncul dugaan bahwa ada unsur kesengajaan di baliknya.

Kebakaran hutan di TNWK terekam dalam video viral yang ramai beredar beredar di media sosial. Dalam video itu, tampak api berwarna merah pekat menyala di tengah langit malam.

Kepala Balai TNWK, Zaidi membenarkan soal kejadian kebakaran hutan dan lahan tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu berlangsung sejak Jumat (21/8/2026) siang. Hingga saat ini, tim gabungan di lapangan masih terus berusaha memadamkan sisa-sisa kobaran api.

"Teman-teman kami masih berjibaku di lapangan sejak siang kemarin," kata Zaidi, dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (22/8/2026).

Pada kesempatan yang sama, Zaidi tak menampik adanya indikasi unsur kesengajaan di balik kejadian ini. Ditambah lagi kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Zaidi menduga kuat ada keterlibatan pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja memicu kebakaran demi kepentingan pribadi, seperti pemburu liar.

"Saya yakinnya begitu. Ada dugaan seperti tahun-tahun sebelumnya, sengaja dibakar oleh pemburu liar," ujarnya menegaskan.

Sayangnya, upaya pemadaman menghadapi sejumlah tantangan. Selain kondisi cuaca dan lahan yang sangat kering, petugas dihadapkan pada kendala minimnya sumber air serta medan yang tidak bisa diakses menggunakan kendaraan bermotor.

"Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus berjalan kaki," tuturnya menambahkan.

Kendati demikian, pihak Balai TNWK belum dapat memberikan rincian mengenai perkiraan luas lahan yang terbakar. Pasalnya, fokus utama saat ini adalah untuk melokalisasi dan memadamkan api agar tidak semakin meluas.

"Teman-teman lagi berjibaku di lapangan, belum bisa kita mintain dokumentasi," ujar Zaidi memungkasi.

 

Kebakaran hutan di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas Lampung menambah daftar panjang kebakaran hutan dan lahan yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Tercatat ada enam provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas karena dinilai memiliki risiko kebakaran hutan dan lahan tinggi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Penetapan wilayah prioritas tersebut mempertimbangkan tingginya potensi kebakaran. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi puncak risiko kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

“Pemantauan dan pengawasan ketat di daerah menjadi krusial untuk mencegah eskalasi titik api dan dampak lingkungan yang lebih luas,” demikian simpulan Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Karhutla 2026, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Tribunnews.com.

Berdasarkan pemantauan hotspot dan transboundary haze pada 1-20 Agustus 2026, kondisi peralihan musim membuat angin dominan bertiup dari arah tenggara ke barat. Pola angin tersebut berpotensi mendorong penyebaran api dan asap ke wilayah yang lebih luas.

BNPB bahkan mencatat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan telah melewati batas negara hingga menuju negara tetangga, Malaysia.

“Sejak 6 Agustus terlihat adanya sebaran asap yang sudah melewati batas negara Indonesia-Malaysia,” tulis BNPB dalam hasil pemantauannya.

Risiko diperburuk kondisi cuaca yang semakin kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino diprakirakan berlangsung hingga awal tahun 2027 dan berpotensi memperpanjang periode kering di Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan kondisi iklim yang kering membuat lahan lebih mudah terbakar dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Bandung Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Terdesentralisasi di Gedebage
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Sepekan Naik 1,93 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 11.449 Triliun
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Jejak Karhutla, Api yang Terus Menyala
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Jadwal Liga Spanyol Hari Ini 22 Agustus 2026: Real Madrid Mulai Beraksi
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Kembangkan Produk Anyaman Lokal, Agrominafiber Kini Tembus Pasar Global
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.