Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan seluruh infrastruktur base transceiver station (BTS) yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih dan kembali beroperasi normal.
Kemkomdigi mencatat sebanyak 812 site BTS di 11 kabupaten/kota terdampak gempa yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).
Setelah dilakukan pemulihan, seluruh infrastruktur tersebut kini telah kembali berfungsi.
Fifi Aleyda Yahya Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi mengatakan, pemulihan tersebut telah mencapai 100 persen.
“Sampai per hari ini laporannya terkait dengan konektivitas di wilayah terdampak gempa itu dari 812 titik atau site BTS sudah pulih 100 persen,” kata Fifi di Kantor Badan Penghubung Provinsi NTT, Jakarta pada Sabtu (22/8/2026).
Sebelumnya, pada Selasa (18/8/2026), Kemkomdigi melaporkan 99,9 persen BTS terdampak telah dipulihkan. Proses pemulihan kemudian dilanjutkan hingga seluruh site kembali beroperasi.
Selain mengembalikan jaringan komunikasi, Kemkomdigi mengirimkan 20 perangkat telekomunikasi Starlink ke wilayah terdampak.
Perangkat tersebut disiapkan sebagai dukungan konektivitas, terutama apabila masih terdapat lokasi yang mengalami gangguan komunikasi.
“Bantuan Starlink tentu untuk memberikan penguatan-penguatan jika masih ada titik-titik yang misalnya terdampak,” ujar Fifi dilansir dari Antara.
Kemkomdigi juga menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 15 ton. Bantuan tersebut terdiri atas makanan, minuman, susu, selimut, tikar, dan obat-obatan.
Pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap mulai Sabtu melalui Badan Penghubung Provinsi NTT untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat terdampak.
“Insyaallah apa yang kami berikan hari ini, kebutuhan seperti perlengkapan untuk makanan dan logistik lainnya, ini bisa membantu meringankan yang terdampak gempa di NTT,” kata Fifi.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.58 WITA.
Pascagempa, pemerintah pusat mengerahkan sumber daya kementerian dan lembaga untuk mempercepat penanganan masa tanggap darurat. (ant/saf/faz)




