JAKARTA, DISWAY.ID - Momen Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor ajang bagi-bagi buku gratis tentang Presiden Prabowo Subianto di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026.
Komunitas Melek Politik menjadikan HBKB itu untuk membagikan buku tentang gagasan Presiden Prabowo Subianto secara gratis dalam bentuk cetak dan elektronik (e-book).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi politik sekaligus menyerap aspirasi warga terkait pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dua buku yang dibagikan, yakni berjudul Presiden Solusi: Problem Solving ala Prabowo Subianto yang ditulis oleh Muhammad Qodari, Dirgayuza Setiawan, dan Agung Gumilar Saputra.
BACA JUGA:Prabowo-António Guterres Bahas Penguatan Kerja Sama Multilateral di Hambalang
Lalu, ada buku Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas karya Prabowo Subianto yang dibagikan gratis ke masyarakat yang melintas.
Kedua buku itu dibagikan sebagai media untuk mengenalkan gagasan strategis mengenai arah pembangunan nasional.
Pengurus Komunitas Melek Politik, Agustini Rima mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah literasi politik bagi masyarakat.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui respons masyarakat atas program pemerintah selama dua tahun kepemimpinan Prabowo.
“Acara kita hari ini adalah untuk melihat bagaimana respons warga masyarakat terhadap program-program yang sudah dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun kepemimpinan. Kami juga ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai gagasan-gagasan besar beliau yang terangkum dalam dua buku ini,” ujar Agustini.
BACA JUGA:Tipis! Peluang Prabowo Lengser pada 2026 Turun Jadi 6 Persen di Polymarket, Ini Faktanya
Agustini menambahkan, gagasan pembangunan yang diperkenalkan melalui kegiatan ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hilirisasi industri, pengembangan teknologi, serta penguatan kemandirian nasional.
Komunitas ini juga ingin mengetahui seberapa efektif dampak program unggulan pemerintah seperti makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, swasembada pangan, hingga hilirisasi.
Momen CFD sengaja dimanfaatkan untuk mendengarkan langsung pandangan masyarakat mengenai dampak program pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin menyerap aspirasi masyarakat, terutama di momen CFD yang menjadi titik kumpul warga. Kami ingin mengetahui bagaimana dampak nyata program-program pemerintah yang sudah sampai kepada masyarakat, apakah perlu evaluasi atau perbaikan,” katanya.
- 1
- 2
- »





