Prancis Membara: 1.800 Orang Ditangkap, Ratusan Polisi Tumbang dalam Kerusuhan Mencekam

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang protes nasional yang dipicu oleh tingginya biaya hidup di Prancis berubah menjadi mimpi buruk bagi pemerintah. 

Aksi yang diikuti oleh ratusan ribu massa, mulai dari kelompok Rompi Kuning, serikat pekerja, hingga petani, berakhir dengan kekacauan luar biasa yang menelan korban jiwa dan luka-luka.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez melalui akun media sosial X, melaporkan bahwa sebanyak 1.800 orang telah diamankan oleh kepolisian menyusul aksi penjarahan dan pembakaran yang meluas di berbagai penjuru negeri. 

Situasi di lapangan sangat brutal; lebih dari 500 aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Nunez mengatakan, penyelidikan juga sedang berlangsung untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, sementara ratusan pelaku usaha mengalami kerusakan material yang cukup besar.

Tragedi ini memakan korban dari pihak demonstran. Seorang peserta aksi dikabarkan meninggal dunia akibat henti jantung saat berada di Boulevard Magenta, Paris. 

Di Saint-Etienne, situasi lebih mengerikan; seorang remaja berusia 17 tahun dilaporkan kehilangan tangannya setelah terkena ledakan granat polisi.

Kerusuhan ini meninggalkan jejak kehancuran fisik yang parah. Balai kota bersejarah di Limoges hancur dilalap api, sementara berbagai pertokoan di kota-kota besar seperti Marseille, Lyon, dan Bordeaux menjadi sasaran penjarahan. 

CEO Carrefour, Alexandre Bompard, mengonfirmasi lebih dari 50 gerai miliknya mengalami kerusakan dengan kerugian mencapai jutaan euro.

Merespons kekacauan ini, Perdana Menteri Sebastien Lecornu dijadwalkan memimpin rapat krisis antarkementerian untuk membahas dampak ekonomi dan langkah hukum selanjutnya. 

Ia juga akan memanggil para wali kota dari Paris, Marseille, dan Lyon yang menuntut penjelasan terkait strategi pengamanan kepolisian yang dianggap gagal.

Di tengah ketegangan, perdebatan politik pun memanas. Lecornu secara terbuka menyalahkan kelompok “kiri ekstrem” atas meledaknya kekerasan ini. 

Sebaliknya, oposisi justru menyoroti taktik represif aparat. Politikus Partai Hijau, Marine Tondelier, bahkan menuntut Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez untuk segera mundur dari jabatannya.

Hingga saat ini, pihak otoritas masih terus melakukan pendataan lebih lanjut, sementara Ketua Majelis Nasional Yael Braun-Pivet mulai mempertimbangkan pembentukan komisi penyelidikan parlemen untuk mengusut tuntas insiden yang telah mengguncang stabilitas Prancis tersebut. (ant/dpi)
 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Walhi: Penanganan Kebakaran Hutan Butuh Tanggung Jawab Lintas Sektor
• 45 menit laluokezone.com
thumb
Mengenal Mind Gardening, Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Otak di Era Doomscrolling
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Indonesia Desak UNESCO Perkuat Perlindungan Anak dari Risiko AI dan Media Sosial, Kebijakan Digital Harus Berbasis Bukti Ilmi
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Begini Strategi Kombes Putu Cegah Mobilisasi Pelajar Bekasi ke Jakarta Buat Demo 20 Oktober
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Lebih dari 1.000 Peserta Ramaikan BGCC 2026 di Yogyakarta, Pertamina Angkat Mangut Lele sebagai Warisan Kuliner Nusantara
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.