JAKARTA, DISWAY.ID – Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai masyarakat yang harus beradaptasi dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai sorotan.
Di tengah ancaman asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan: apakah masyarakat memang harus beradaptasi dengan bencana, atau justru risiko bencana yang seharusnya ditekan melalui langkah mitigasi?
Polemik ini turut mendapat tanggapan dari dokter sekaligus kreator konten kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau Dokter Tirta, yang mengingatkan bahwa adaptasi dan mitigasi merupakan dua hal berbeda.
Dalam pernyataannya, Budi Gunadi Sadikin menyinggung kondisi alam yang menurutnya membuat manusia perlu segera beradaptasi.
BACA JUGA:Kemenkes Catat 283.270 Kasus ISPA Imbas Karhutla, Kalimantan Selatan Tertinggi
Ia juga mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap memburuk.
"Jika bisa tetap di rumah, tetaplah di rumah. Jika kondisinya seperti itu, kita tahu alam memang seperti ini. Kita sebagai manusia harus segera beradaptasi," katanya kepada media.
Menkes juga menyampaikan sejumlah langkah perlindungan bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Ia menyarankan penggunaan masker N95 apabila tersedia. Jika tidak, masyarakat dapat menggunakan masker yang dimiliki.
BACA JUGA:BEM UI Demo Kabut Asap Senin 19 Oktober 2026, Usung 9 Tuntutan Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional
Penggunaan kacamata juga disarankan untuk melindungi mata dari paparan asap yang berpotensi menyebabkan iritasi.
Imbauan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan perlindungan kesehatan masyarakat ketika terpapar kabut asap. Namun, penggunaan kata adaptasi justru menjadi bagian yang menuai kritik.
BACA JUGA:Pemprov DKI Giatkan Penyemprotan Air dan OMC untuk Redam Kabut Asap Karhutla
Dokter Tirta Ingatkan Perbedaan Adaptasi dan MitigasiMelalui unggahannya, Dokter Tirta mengingatkan bahwa adaptasi tidak sama dengan mitigasi.
"Reminder aje nih. Adaptasi dan mitigasi tu berbeda," tulis Dokter Tirta.
- 1
- 2
- »





