Anak Disabilitas Mental di Surabaya Kena Bully Teman Sebaya Hingga Tewas

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang anak disabilitas mental di Surabaya berinisial Z (10) meninggal dunia akibat dibully oleh dua teman sebayanya berinisial F (8) dan K (10), Senin (12/10/2026) kemarin. F dan K diduga menjerat leher Z menggunakan tali sepatu hingga tubuh korban membiru.

Informasi yang dihimpun beritajatim, peristiwa tragis itu terjadi di rumah Z yang ada di Rungkut. Saat itu, ayah korban sedang tertidur usai mengkonsumsi obat flu. Sementara Ibu korban sedang berada di pasar.

Ketika sampai di rumah, ibu korban menemukan anaknya sudah dalam kondisi tubuh yang biru. Di bagian leher Z juga terdapat tali sepatu yang melingkar. Ibu korban juga menemukan bercak sabun colek di area mulut Z.

“Istri saya teriak bangunin saya kalau Z sudah membiru (badannya). Saya langsung kendori talinya dan bawa ke Rumah sakit,” kata ayah korban SA, Senin (19/10/2026).

Saat sampai di rumah sakit, Z telah dinyatakan meninggal dunia. Ayah korban lantas memeriksa CCTV dan mendapati dua anak yang masih bertetangga masuk ke rumah secara bergantian. Ayah korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya. Saat ini peristiwa meninggalnya Z telah ditangani Satres Perlindungan Perempuan/Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polrestabes Surabaya.

“Langsung laporan kemarin ke Polrestabes Surabaya. Lalu diterima dengan nomor registrasi LP/B/1843/IX/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur,” imbuh SA.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan saat ini perkara tersebut telah berstatus sidik. Penyidik dari Satres PPA dan PPO telah menetapkan K menjadi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

“Dari hasil pemeriksaan, salah satu anak diduga melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Luthfie.

Sampai saat ini pihak kepolisian didampingi oleh Komnas PA dan Pemkot Surabaya masih mendalami peran F dalam tragedi memilukan tersebut. Sementara K dinyatakan harus menjalani pembinaan. (ang/aje)

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaya Makin Personal, Sepeda Listrik Hadir dengan Desain Retro-Modern!
• 11 jam laluherstory.co.id
thumb
The Doll: Ghawiah Tayang di 18 Layar IMAX Indonesia, Produser Ungkap Keistimewaannya
• 13 jam laluintipseleb.com
thumb
Jadwal Asian Para Games 2026, Senin 19 Oktober: Kontingen Indonesia Langsung Incar Medali Emas Pertama
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Galeri 24 Raih 2 Penghargaan di Danantara Indonesia CX100 Award 2026
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Terima Sowan Wapres Gibran, KH Marsudi Syuhud Tekankan Peran santri dalam Pembangunan
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.