Keputusan Ruben Onsu mengadopsi bayi laki-laki bernama Thayaka Putra Onsu ternyata bukan datang secara tiba-tiba.
Di balik langkah tersebut, ada perenungan mendalam yang dialami Ruben saat menjalankan ibadah umrah, terutama setelah mengikuti kajian tentang doa anak untuk orang tua yang telah meninggal dunia di Masjid Nabawi, Madinah.
Kisah di balik keputusannya itu diungkap Ruben melalui kanal YouTube pribadinya. Ia menceritakan bagaimana materi kajian yang didengarnya di pintu 19 Masjid Nabawi membuatnya memikirkan kembali hubungan spiritual dengan ketiga anaknya, termasuk perbedaan keyakinan di antara mereka.
Baca Juga: Orang Dekat Murka Ruben Dituduh Menyimpang: Kok Sarwendah Mau Nikah Lama dan Punya Anak?
"Tema kajiannya itu adalah tentang kalau kita sudah meninggal, nanti yang mendoakan adalah anak-anak kita sendiri," ungkap Ruben dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Senin (19/10/2026).
Mendengar pembahasan tersebut, Ruben mulai merenungkan masa depan keluarganya. Mantan suami Sarwendah itu menyadari bahwa dirinya dan ketiga anaknya, Thalia, Tania dan Betrand Peto, memiliki keyakinan yang berbeda. Kesadaran tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang terus memenuhi pikirannya setelah mengikuti kajian di Tanah Suci.
"Saya sadar betul, anak-anak saya kan memang memiliki keyakinan yang berbeda gitu," kata Ruben.
Perenungan itu turut mempengaruhi keinginannya untuk membuka hati dan mengadopsi seorang anak laki-laki. Namun, niat tersebut semakin menguat setelah Ruben kembali ke Indonesia dan berkenalan dengan Thayaka, bayi yang berada dalam perawatan yayasan milik Melanie Subono.
Baca Juga: Ruben Onsu Dituding Berbuat Tak Senonoh saat VC, Pengacara: Kalau Saya Ingin Berkata Jujur...
Ada satu momen yang membekas dalam ingatan Ruben ketika mencoba menyapa Thayaka melalui panggilan video. Saat ia memanggil bayi tersebut dengan sapaan sederhana, respons yang ditunjukkan Thayaka membuat Ruben terkejut sekaligus merasakan kedekatan yang sulit dijelaskan.
"Ada saya panggil, 'Baby,' gitu matanya langsung ngerespon. Dari situ loh saya langsung (terpanggil)," ujarnya.
Meski merasakan ikatan batin sejak perkenalan tersebut, Ruben tidak langsung mengambil keputusan untuk mengadopsi Thayaka. Ia memilih memantapkan hati melalui doa dan meminta petunjuk Tuhan sebelum melangkah lebih jauh.
Ruben bahkan kembali menjalankan salat malam untuk memohon kemudahan apabila niatnya memang menjadi jalan terbaik. Ia ingin memastikan keputusan besar tersebut dijalani dengan keyakinan yang kuat, bukan semata-mata karena dorongan perasaan sesaat.
Dalam prosesnya, Ruben mengaku terus berdoa agar keinginannya diberi kelancaran. Seiring waktu berjalan, ia merasa berbagai tahapan yang dilaluinya semakin dimudahkan hingga akhirnya Thayaka menjadi bagian dari keluarganya.
"Saya salat lagi, salat malam saya lagi, 'ya Allah makin dekatkan, ya Allah mudahkan sampai sekarang'," urai Ruben.





