New York: Kontrak berjangka saham AS menguat pada Minggu malam, 18 Oktober 2026, dipimpin oleh kontrak berjangka Nasdaq, seiring dengan kembalinya investor secara hati-hati ke saham-saham teknologi setelah aksi jual tajam pada saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) pekan lalu. Sementara itu, jadwal rilis laporan laba perusahaan yang padat menjadi ujian baru bagi sentimen pasar.
Dikutip dari Investing, Senin, 19 Oktober 2026, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,5 persen menjadi 7.739,75 poin. Sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 naik satu persen menjadi 29.686,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones naik tipis 0,1 persen menjadi 52.272,0 poin.
Pemulihan moderat ini terjadi setelah pekan yang berat, dengan kekhawatiran mengenai biaya pendanaan infrastruktur AI serta keberlanjutan valuasi sektor teknologi telah menekan saham-saham pertumbuhan (growth stocks).
Indeks Nasdaq Composite turun 4,5 persen pekan lalu, mengakhiri tren kenaikan selama empat minggu berturut-turut. Sementara S&P 500 melemah hampir dua persen, penurunan mingguan terdalam sejak akhir Juni. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan 0,7 persen.
Baca Juga :
BEI Perkuat Reformasi Pasar Modal di Tengah Evaluasi MSCI(Ilustrasi. Foto: Freepik) Aksi jual saham terkait AI Saham-saham sektor cip menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan Philadelphia Semiconductor Index mencatatkan periode penurunan terpanjang sejak krisis keuangan 2008, seiring langkah para investor yang mengevaluasi kembali prospek belanja terkait kecerdasan buatan (AI).
CoreWeave, operator pusat data yang didukung oleh Nvidia, menjadi sorotan utama kekhawatiran investor. Saham CoreWeave turun 12 persen pada Jumat, sehingga total penurunannya selama lima hari terakhir mencapai sekitar 25 persen.
Investor semakin khawatir bahwa perusahaan infrastruktur AI yang memiliki utang besar mungkin akan kesulitan menghasilkan imbal hasil dengan cukup cepat untuk menutupi biaya pendanaan yang terus meningkat.
Perhatian kini tertuju pada laporan laba perusahaan-perusahaan teknologi besar minggu ini, termasuk Meta Platforms dan Tesla. Harga minyak dunia turun Harga minyak dan perkembangan geopolitik juga tetap menjadi perhatian. Harga minyak melemah pada awal perdagangan di Asia hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mencabut sanksi dan tarif terhadap Rusia, sebuah langkah yang berpotensi meningkatkan pasokan bahan bakar dari Rusia.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Desember turun lebih dari satu persen menjadi USD108,52 per barel, sementara harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), melemah 0,3 persen menjadi USD101,12 per barel.




