Prancis Hadapi Aksi Jual Obligasi usai Dilanda Kerusuhan Besar

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Prancis bersiap menghadapi aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah setelah negara itu dilanda gelombang protes dan kerusuhan.

Prancis Hadapi Aksi Jual Obligasi usai Dilanda Kerusuhan Besar. (Foto: Wikimedia Commons)

IDXChannel - Prancis bersiap menghadapi aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah setelah negara itu dilanda gelombang protes dan kerusuhan.

Dilansir dari The Telegraph, imbal hasil atau yield obligasi di Prancis diperkirakan naik pada Senin (19/0/2026) sebagai respons terhadap kerusuhan yang terjadi akhir pekan lalu.

Baca Juga:
Prabowo: Pakar Ramal 25 Tahun Lagi Ekonomi Indonesia di Atas Jerman, Inggris hingga Prancis

Biaya pinjaman yang lebih tinggi akan menambah tekanan pada keuangan negara. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis mencapai rekor tertinggi dalam 24 tahun awal bulan ini.

Analis Capital Economics Andrew Kenningham memproyeksikan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dapat melonjak hingga 0,1 poin persentase pada Senin, mengereknya ke level tertinggi baru.

Baca Juga:
Prancis Nyaris Resesi, Ekonomi Stagnan pada Kuartal II-2026

"Kerusuhan ini menggarisbawahi betapa sulitnya menerapkan reformasi apa pun di Prancis. Sentimen bahwa Prancis tidak dapat diatur," katanya.

Lebih dari 1.800 orang telah ditangkap setelah protes nasional berubah menjadi kekacauan, dengan mobil dibakar, toko dan restoran dijarah, dan balai kota di Limoges dilalap Api.

Baca Juga:
Eropa Kembali Terancam Krisis Utang, Prancis Jadi Sorotan

Kerusuhan ini terjadi setelah demonstrasi mahasiswa selama beberapa minggu terkait kondisi sekolah, yang kini meluas menjasi aksi protes mengenai tingginya biaya hidup dan harga bahan bakar.

Kerusuhan ini terjadi di tengah kebuntuan kebijakan fiskal. Paris menyiapkan pemotongan anggaran besar-besaran yang ditentang banyak pihak.

Para pendukung pemotongan anggaran mengklaim paket tersebut sangat penting untuk memperbaiki keuangan publik, karena Prancis mengalami defisit lebih dari lima persen dan memiliki utang pemerintah hampir 120 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis mencapai level tertinggi dalam 24 tahun pada awal bulan ini, dengan suku bunga obligasi 10 tahun mencapai 4,9 persen, naik dari 3,2 persen pada akhir Februari.  Saat ini angka tersebut berkisar sekitar 4,8 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minggu Kasih di Gereja HKBP Sudirman, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
CdM puji pembukaan dan tuan rumah Asian Para Games 2026
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Relawan Jokowi: Kita Punya Keyakinan Roy Suryo akan Masuk Penjara
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BRI Super League: Era Baru PSIM Dimulai di Markas Bhayangkara FC, 24 Pemain Dibawa ke Lampung
• 18 jam lalubola.com
thumb
Polisi Dikerahkan Tangkap Perusuh dan Penjarah Toko di Paris
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.