Ikut Tertekan Sentimen MSCI, Rupiah Awal Pekan Melemah ke Rp18.066 per USD

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Perhatian pasar Asia tertuju pada rupiah menyusul ancaman MSCI pekan lalu untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi kategori standalone. 

Ikut Tertekan Sentimen MSCI, Rupiah Awal Pekan Melemah ke Rp18.066 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada awal pekan perdagangan, Senin (19/10/2026). Melansir Bloomberg, rupiah turun 39 poin atau 0,22 persen ke Rp18.066 per USD.

Perhatian pasar Asia tertuju pada rupiah menyusul ancaman MSCI pekan lalu untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi kategori standalone. 

Baca Juga:
IHSG Lanjut Turun 5 Persen Pagi Ini, Saham Bank Besar dan Konglo Kompak ARB 7 Persen

Rupiah menyentuh level terlemah dalam hampir tiga bulan pada Jumat dan ditutup di level Rp18.000 per USD.

Sementara itu, dolar AS menguat tipis dari level terendahnya dalam hampir sebulan pada awal perdagangan di Asia.

Baca Juga:
Disuspensi Sejak 11 Juli 2024, Saham MKNT Kembali Beredar Hari Ini

Euro melemah 0,1 persen ke USD1,1225 pada awal perdagangan di Asia. Sebagai mata uang dengan bobot terbesar dalam indeks dolar, pelemahan euro membantu menopang greenback, yang bergerak stabil di level 101,83.

Terhadap yen Jepang, dolar AS bergerak stabil di level 158,00 yen setelah Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Kazuo Ueda pada Senin mengatakan inflasi yang mendasari perekonomian cukup dekat dengan target bank sentral sebesar 2 persen.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjutkan Pelemahan, Enam Saham Berikut Bisa Jadi Pilihan

Dolar AS juga bergerak stabil di level 6,6842 yuan dalam perdagangan offshore menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) China kuartal III. Perekonomian China diperkirakan tumbuh sedikit lebih cepat pada periode tersebut setelah mencatat laju pertumbuhan terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Dolar Australia menguat 0,3 persen ke USD0,6965, sedangkan dolar Selandia Baru bergerak stabil di level USD0,5656. Poundsterling Inggris juga bergerak stabil di level USD1,3329.

Kontrak berjangka suku bunga dana The Fed (Fed funds futures) mencerminkan probabilitas sebesar 84 persen bahwa Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan dua hari berikutnya, yang dijadwalkan pada 28 Oktober. Angka tersebut relatif tidak berubah dibandingkan Jumat, berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
GEKRAFS Dorong Anak Muda Ubah Hobi Menjadi Karya Kreatif
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Dudung: Gaji ASN Lebih Baik Disalurkan ke Koperasi Guru daripada ke Kopdes
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Merangkai Realitas yang Absurd Menjadi Keindahan dalam Lukisan Indo B Satria
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
BNI Pertahankan Predikat Tertinggi Penerapan GCG Dua Tahun Berturut-turut
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Fotonya Semasa Sakit Sempat Menjadi Sorotan
• 16 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.