Terinspirasi dari Paris, Rombongan Demonstran Bertopeng Buat Ricuh hingga Jarah Toko di Milan

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com — Setelah Paris, kali ini giliran Milan, Italia yang berada dalam situasi mencekam menyusul kericuhan setelah aksi demonstrasi biaya hidup.

Aksi ini terjadi selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 17-18 Oktober 2026 yang berlangsung di Plaza Del Duomo, pusat kota Milan, Italia.

Dua kota besar di Eropa yakni Paris dan Milan sedang dalam huru-hara menyusul kerusuhan yang berujung penjarahan hingga penyerangan ke aparat berwajib.

Di Milan, polisi bentrok dengan pengunjuk rasa bertopeng yang awalnya berdemonstrasi menuntut layanan publik yang buruk dan meningkatnya biaya hidup.

Mengutip dari sejumlah video yang beredar di media sosial X, para demonstran yang memakai topeng dan baju lengan panjang hitam tampak berbuat anarkis.

Mereka bahkan menjarah hingga memecahkan kaca toko-toko di sekitar Plaza Del Duomo, Milan serta merusak fasilitas umum. Hal ini membuat kepolisian turun tangan.

Kerusuhan di Milan, Italia usai unjuk rasa
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Seolah tak gentar, para pengunjuk rasa bergantian melempari sejumlah benda-benda ke arah aparat yang menembakkan gas air mata serta meriam air ke demonstran.

Dalam laporan yang dirilis Reuters, lebih dari 60 pengunjuk rasa yang diamankan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut per hari Minggu (18/10/2026).

Adapun di hari sebelumnya, Sabtu (17/10/2026) 28 orang pengunjuk rasa yang diamankan di berbagai kota, termasuk Milan, Bologna, Brescia, Bergamo dan Turin.

Menanggapi chaos di Milan, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang akan mengadakan pemilu tahun depan berencana gelar rapat darurat pada hari ini, Senin (19/10/2026).

Sementara itu, akun X @visegrad24 mengungkapkan jika kericuhan besar di Milan pada akhir pekan kemarin melibatkan geng migran dan ekstremis Antifa.

“Kerusuhan besar-besaran kini juga telah pecah di Milan, Italia,“ cuit @visegrad24.

“Aliansi antara geng migran dan ekstremis Antifa sedang menyerang petugas polisi dan membakar api di depan Katedral Milan (Duomo),“ lanjutnya.

Sebelum di Milan, aksi kericuhan besar-besaran juga terjadi di Paris, ibu kota Prancis, Sabtu (17/10/2026) dengan tuntutan serupa yakni tingginya biaya hidup.

Disadur dari Al Jazeera, balai kota Paris yakni Limoges Town Hall tak luput dari sasaran amuk demonstran. Padahal, tempat ini selamat dalam dua kali perang dunia dan bertahan selama 143 tahun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Bongkar Pabrik Hexymer dan Tramadol di Bandung, 5 Orang Jadi Tersangka
• 8 jam laludetik.com
thumb
Real Madrid Hajar Sevilla 4-1, Mbappe Borong Dua Gol
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Relawan Jokowi: Kita Punya Keyakinan Roy Suryo akan Masuk Penjara
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Survei Parameter Politik: Tingkat Kepuasan Kinerja Presiden Capai 65,2%, Gibran Hanya 49%
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Muncul Petisi Boikot Ruben Onsu di Tengah Konflik Panas dengan Sarwendah, Jumlah Orang yang Tanda Tangan Jadi Sorotan
• 16 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.