Dubes Inggris dan Unhas Perkuat Kolaborasi Ekonomi Sirkular, Dorong Pertumbuhan Hijau

eranasional.com
1 jam lalu
Cover Berita

Makassar, ERANASIONAL.COM – Pemerintah Inggris dan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, inovasi teknologi, serta pengembangan ekonomi sirkular sebagai upaya menghadapi perubahan iklim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic James Robert Jermey, ke Universitas Hasanuddin bersama Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa.

Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak meninjau berbagai program kolaborasi Indonesia dan Inggris yang berfokus pada pengembangan solusi inovatif untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Duta Besar Inggris, Dominic James Robert Jermey, mengatakan kerja sama tersebut dijalankan melalui sejumlah program, termasuk kerangka LCDI ITF (Low Carbon Development Initiative Innovation and Technology Fund), yang mendukung penerapan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Kolaborasi riset dan inovasi membuka peluang untuk mengolah sampah organik menjadi sumber daya bernilai tambah yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,”ujar Dominic, Senin 19 Oktober 2026.

Selain meninjau program pengolahan sampah, Jermey juga berkesempatan bertemu dengan perempuan dan generasi muda yang memperoleh pelatihan digital melalui program SIDP.

Ia turut mengunjungi para perempuan dan pegiat konservasi lokal di Maros yang terlibat dalam program Setapak.

“Program-program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat,”bebernya.

Kunjungan itu juga menampilkan pameran karya seni berupa lukisan gua purba dan stalaktit karya seniman Inggris, Libby Heaney, yang didukung British Council.

Pameran tersebut diharapkan dapat menginspirasi pengembangan penelitian dan kolaborasi seni antara Indonesia dan Inggris.

“Saya berharap kemitraan strategis kedua negara semakin kuat, terutama dalam mendorong pertumbuhan hijau, inklusi digital, dan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Sulawesi Selatan,”harap Dominic.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa (JJ), menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Pemerintah Inggris terhadap berbagai program kolaborasi yang dikembangkan bersama Unhas.

Ia menegaskan, salah satu misi utama Unhas adalah mengembangkan riset yang mampu menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Menurut Jamaluddin, salah satu fokus kerja sama tersebut adalah mengubah sampah menjadi sumber daya produktif melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.

Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

“Low Carbon Development tidak hanya didasarkan pada kesadaran terhadap perubahan iklim, tetapi juga bagaimana upaya tersebut dapat dikonversi menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tutur Prof JJ.

Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi sirkular dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.

Sejumlah kegiatan yang dikembangkan mencakup produksi maggot, pembuatan kompos, serta budidaya cacing yang memiliki nilai ekonomis.

“Unhas juga mengembangkan pemeliharaan ayam alope dengan memanfaatkan pakan yang lebih terjangkau, tetapi tetap berkualitas dan segar, sehingga biaya pemeliharaan dapat ditekan,”ungkap Prof JJ.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu model pengembangan ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di berbagai daerah.

Prof JJ menyebut, pengembangan program ditargetkan mencapai sekitar 60 persen operasional pada Februari mendatang, sebelum diperluas lebih lanjut.

Tingginya minat dari berbagai daerah, lanjutnya, menjadi salah satu indikasi bahwa model pengolahan sampah dan pemanfaatan sumber daya tersebut memiliki peluang untuk direplikasi di wilayah lain.

Perkuat Komitmen Menuju Net Zero

Kolaborasi Indonesia dan Inggris juga menjadi bagian dari upaya memperkuat agenda penurunan emisi karbon dan mencapai target emisi nol bersih (net zero emission).

“Indonesia menargetkan pencapaian net zero emission pada 2060, sedangkan Inggris menetapkan target pada 2050,”jelas Prof JJ.

Kedua negara diharapkan terus mendorong berbagai inovasi dan kebijakan agar pengurangan emisi dapat dilakukan secara lebih efektif, bahkan memungkinkan pencapaian target lebih cepat.

Dampak perubahan iklim yang semakin nyata, termasuk perubahan pola cuaca di Indonesia maupun Inggris, menjadi alasan penting bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara.

Melalui pengembangan ekonomi sirkular, riset, inovasi teknologi, konservasi lingkungan, dan peningkatan kapasitas masyarakat, kolaborasi Indonesia dan Inggris diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.

Semangat kerja sama tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dengan menggabungkan riset, kebijakan, dan partisipasi masyarakat, kedua negara berharap dapat mewujudkan pertumbuhan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

“Bersama kita bisa!” menjadi pesan yang menegaskan pentingnya sinergi dalam mendorong perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,”demikian Prof JJ. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen, Redam Kepanikan Investor Usai Pengumuman MSCI
• 27 menit laluidxchannel.com
thumb
Mehrdad Akhlaqi Ketabchi Jadi Menteri Pertahanan Baru Iran, Langsung Peringatkan Trump
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Dokter: Waspadai Osteoporosis di Usia 50 Tahun, Ini Tiga Tulang yang Rentan
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anak Down Syndrome Dibully di Surabaya, Komisi VIII Soroti Perlindungan Anak
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.