IHSG Makin Terpuruk ke Level 4.923,26 pada Sesi I, Waspadai Koreksi Selanjutnya

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tertekan pada penutupan sesi I perdagangan Senin (19/10/2026). IHSG melemah 5,07% ke level 4.922,30, melanjutkan koreksi tajam yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Sepanjang sesi I, IHSG bergerak di rentang 4.907,37 hingga 4.974,65. Indeks dibuka pada level 4.961,87, tetapi tekanan jual membuat IHSG terus bergerak di zona merah hingga jeda perdagangan siang.

Pelemahan ini memperpanjang koreksi setelah IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,11 pada Jumat (16/10/2026). Rentetan penurunan tersebut menunjukkan tekanan jual di pasar saham domestik masih kuat.

Salah satu faktor yang membebani pasar adalah kekhawatiran investor terhadap langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market atau pasar mandiri.

Wacana tersebut memicu kekhawatiran mengenai transparansi kepemilikan saham, penghitungan saham beredar bebas (free float), serta likuiditas perdagangan. Jika klasifikasi Indonesia berubah, alokasi investasi manajer investasi global yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan juga berpotensi terdampak.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai ketidakpastian terkait evaluasi MSCI masih berpotensi memicu tekanan jual lanjutan, terutama dari investor asing dan institusi yang sensitif terhadap perubahan klasifikasi indeks global.

"IHSG masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah atau bearish bias," kata Nafan dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).

Senada, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, memperingatkan bahwa IHSG berpotensi mengalami koreksi lebih dalam apabila gagal bertahan di area support teknikal.

Baca Juga: IHSG Anjlok 43,72% Sepanjang 2026, Kembali ke Level Era Pandemi Covid-19

Baca Juga: IHSG Anjlok ke 4.920,57: Investor Panik akibat MSCI dan Rupiah Tertekan

Baca Juga: IHSG Ambruk ke Bawah 5.000, Analis Ungkap 2 Penyebabnya

“Namun, jika tekanan jual berlanjut dan IHSG menembus support 4.999, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 4.471,” ujar Liza dalam kajiannya, Senin (19/10/2026).

Level 4.999 menjadi area penting yang dicermati pelaku pasar. Jika IHSG gagal bertahan di atas level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka ruang pelemahan menuju level yang diproyeksikan Liza.

Di tengah kondisi ini, pelaku pasar turut mencermati respons regulator serta perkembangan reformasi pasar modal Indonesia. Kejelasan terkait evaluasi MSCI dan langkah konkret untuk meningkatkan transparansi pasar dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan investor.

Selama ketidakpastian belum mereda, pergerakan IHSG diperkirakan masih rentan bergejolak. Investor pun perlu mencermati perkembangan sentimen pasar dan level teknikal penting sebelum mengambil keputusan investasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini 19 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasinya
• 11 jam laludisway.id
thumb
IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Melemah, Simak Analisa MYOR, ACES, INDF, dan COIN
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Serangan Israel Tewaskan 4 Warga Gaza, Termasuk Seorang Anak
• 1 jam laludetik.com
thumb
Penyelundupan Narkoba di Rutan Kelas I Medan Terbongkar, Ketelitian Petugas Jadi Kunci
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Asap Karhutla Ancam Personel Lapangan, Polresta Gowa Bagikan Masker
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.